Jika sedang berada di wilayah Situbondo atau Banyuwangi bisa menyempatkan mampir ke Taman Nasional Baluran.
Kenampakan alam Wisata Alam Baluran. (Foto: TripZilla Indonesia)

Pemilihan nama ‘Baluran’ karena kawasan konservatif tersebut berdekatan dengan Gunung Baluran.

Mengutip dari indonesiabaik.id, berdasarkan Surat Keputusan (SK) Menteri Kehutanan No. 279/Kpts.-VI/1997 tanggal 23 Mei 1997, Taman Nasional Baluran ini ditetapkan. Luasnya sekitar 25.000 hektare. Keelokan khas Baluran yang berupa padang rumput, dan pepohonan jarang seperti di Benua Afrika, menjadikan julukan Africa Van Java melekat pada wisata nasional ini.

Mengingat wisata ini bertajuk suaka margasatwa, tentunya banyak dihuni oleh beragam hewan. Seperti rusa, kerbau, banteng, monyet ekor panjang, dan burung merak.

Masih mengutip indonesiabaik.id, secara garis besar keanekaragaman fauna dalam kawasan Taman Nasional Baluran dapat dikelompokkan ke dalam ordo mamalia (28 jenis), burung (196), ikan dan reptilia. Dari jenis-jenis yang diketahui tersebut 47 jenis merupakan satwa yang dilindungi undang-undang yaitu insektivora (5 jenis), karnivora (5), herbivora (4), burung (32) dan reptilia (1).

Sementara itu, mamalia besar yang menjadi maskot Taman Nasional Baluran adalah banteng (Bos javanicus).

Apa saja yang dimiliki Taman Nasional Baluran selain hamparan padang rumputnya? SObat Ngepop pastinya masih penasaran kan? Simak ulasannya berikut ini.

 

Pilihan Destinasi Menarik di Baluran

Melansir bps.go.id, angka wisatawan yang berkunjung snagat fantastis. Perbulan rata-ratanya mencapai 100 ribu orang. Meski menjadi wisata andalan, akses jalan antar provinsi di tengah alamnya tergolong cukup parah. Banyak lubang besar yang menganga. Tidak hanya itu fasilitas penerangan, seperti lampu jalan pun tidak ada.

Statusnya yang merupakan Taman Nasional menjadi alasan utama akses jalannya tak diperbolehkan untuk renovasi.

Meski begitu, tak perlu khawatir dengan urusan perut. Sebab di kawasan ini mudah ditemukan warung, yang menjajakan sederet menu pemadam kelaparan.

Hutan Musim atau Hutan Evergreen

Hutan Musim atau Hutan Evergreen Hutan Musim Baluran. (Foto: Olah Rasa)

Hutan yang dimiliki Taman Nasional Baluran memiliki pesona yang unik. Pakaian hutan ini bergantung dengan musimnya.

Melansir Native Indonesia, para pengunjung akan disapa oleh rimbunnya hutan Baluran usai melewati pos penjagaan. Saat memasuki musim penghujan, lebatnya dedaunan akan menyegarkan mata para wisatawan.

Namun, kala musim kemarau menerjang, pohon bernuansa coklat tua terlihat sepanjang jajaran pepohonan. Dengan eksotisme hutan ini, Sobat Ngepop bisa menelusurinya sepanjang 5 kilometer jauhnya.

Pantai Bama

Pantai Bama Pohon Bakau di Pantai Bama. (Foto: istimewa)

Pantai yang letaknya bersebelahan dengan padang rumput ini terbilang cukup sepi pengunjung. Dengan begitu jika ingin bermeditasi atau menikmati kesendirian sangat cocok dinikmati.

Masih dilansir dari Native Indonesia, Pantai Bama dibuni oleh kawanan kera ekor panjang. Jadi, larangan bagi wisatawan untuk membawa makanan atau hal lain yang berbau menyengat. Karena dapat memikat kehadiran para kera tersebut.

Terbilang cukup agresif, kera di pantai ini tidak cukup ramah untuk menyapa para wisatawan yang datang. Jadi jika sedang berkunjung, cukuplah sekadar untuk menikmati keindahan pesona pantai, bukan untuk piknik dengan membawa bekal banyak.

Pasir Pantai Bama berwarna putih cerah, dengan paduan pohon yang memiliki tali panjang yang menjutai ke bawah. Desir ombaknya pun tak segalak kera ekor panjang, memungkinkan wisatawan untuk berenang di tepian pantai.

Pemandangan lainnya berupa penampakan lalu lalang kapal, yang berlayar dari Pelabuhan Ketapang menuju Pelabuhan Gilimanuk. Para wisatawan tidak diperkenankan berkunjung saat sore hari. Sebab tidak ada penerangan di jalanan dari gerbang masuk Baluran ke Pantai Bama.

Savana Bekol

Savana Bekol Padang rumput Baluran. (Foto: istimewa)

Masih dengan wisata di Jawa Timur, Suaka Margasatwa Baluran merupakan destinasi ikonik khas Kota Tape, Situbundo. Tepatnya di Kecamatan Banyuputih, Kabupaten Situbondo Jawa Timur. Diresmikan oleh Menteri Pertanian Republik Indonesia sebagai Taman Nasional pada 6 Maret 1980, bertepatan dengan Hari Strategi Pelestarian Internasional.

Siapa yang tidak tahu Savana satu ini? Hamparan luas rerumputan, sekilas siluetnya tampak seperti savana kebanyakan di Benua Afrika. Destinasi ini juga yang menjadikan julukan Africa Van Java disematkan kepada Taman Nasional Baluran. Kawasan ini memiliki sekitar 10 ribu hektar atau sepertiga dari keseluruhan Taman Nasional Baluran.

Memiliki pemandangan yang sangat eksotis, wisatawan dapat menikmati padang rumput nan luas dengan view Gunung Baluran di depan mata. Hampir serupa dengan Hutan Musim, Savana Bekol juga menyesuaikan musim. Jika kemarau hamparan rumput ini akan mongering dan bernuansa warna kecoklatan. Jika musim penghujan tiba, akan tampak subur dan berwarna hijau cerah.

Para wisatawan juga bisa menyaksikan rusa-rusa liar yang tengah memakan rerumputan di savana ini. Ada sejumlah aturan yang harus diperhatikan kala berkunjung ke savana. Pasalnya, kawaan tersebut merupakan alam bebas. Tidak menutup kemungkinan dapat bertemu hewan ganas seperti ular atau kawanan banteng yang berkeliaran.

Meski bertemu dengan hewan-hewan tersebut, jangan merasa panic, tetap tenang dan terkendali. Sebab tingkah panik wisatawan bisa diartikan ancaman oleh hewan liar tersebut.

Rute dan Harga Tiket Taman Nasional Baluran

Sangat mudah jika ingin menuju ke Baluran. Akses jalannya adalah lintas provinsi. Dan lokasinya pun persis di sepanjang jalan tersebut.

Secara administratif, Taman Nasional Baluran berada di Desa Wonorejo, Kecamatan Banyuputih, Kabupaten Situbondo dan Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur. KArena memang letaknya sebagai perbatasan kedua kabupaten tersebut.

Atau bisa juga menggunakan kendaraan umum, seperti bus kota yang berangkat dari terminal Banyuwangi dengan tujuan Situbondo. Lalu turun di depan gerbang utama Taman Nasional Baluran.

Melansir dari Native Indonesia, untuk tarif yang dipatok masih masuk di akal. dengan keindahan alam yang sangat menawan ditawarkan sebesar Rp15 ribu pada hari Senin-Jum’at. Sedangkan wisatawan mancanegara dikenakan biaya sebesar Rp150 ribu.

Sedangkan hari libur, wisatawan lokal dikenakan tariff sebesar Rp18 ribu. Dan wisatawan mancanegara dikenakan tarif sebesar Rp225 ribu. (*)



Orang biasa yang sedang biasa-biasa saja

What's your reaction?

Comments

https://ngepop.id/assets/images/user-avatar-s.jpg

0 comment

Write the first comment for this!