Tidak cukup hanya sehari jika berkunjung ke Kawah Ijen.
Wisata Kawah Ijen. (Foto: Pinterest)

Menjelang akhir pekan, biasanya banyak orang yang ingin melepas penat usai menjalani hari yang padat.

Ada yang sekadar berkumpul dengan keluarga kecilnya, atau bertamasya memanjakan mata dan menyegarkan pikiran.

Nah, pada edisi kali ini Ngepop.id merekomendasikan sebuah wisata ikonik dari ujung Pulau Jawa.

Adalah wisata Kawah Gunung Ijen, pesona alam Indonesia ini terletak di dua kabupaten di Provinsi Jawa Timur, yakni di Kecamatan Licin (Kabupaten Banyuwangi) dan Kecamatan Klobang (Kabupaten Bondowoso).

Melansir dari Banyuwangi Bagus, pada hari biasa, rata-rata pengunjung berkisar di angka 200-an orang. Angka ini naik sepuluh kali lipat saat akhir pekan, mencapai 2 ribu orang per harinya.

Sejak ditetapkannya Kawah Ijen sebagai cagar alam biosfir oleh UNESCO (The United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization) pada Maret 2016 silam. Tentunya akan menarik lebih banyak minat turis. Baik dari dalam negeri maupun mancanegara.

Lalu, bagaimana akses menuju Kawah Ijen? Berapa biaya yang harus dikeluarkan saat melawat ke sana? Apa saja yang ditawarkan oleh eksotisme Kawah Ijen? Berikut ulasan selengkapnya versi Ngepop.id.

Akses Utama Menuju Gunung Ijen

Karena letaknya berada di dua kabupaten, jalur umum yang biasa digunakannya pun beragam.

Namun yang perlu diperhatikan, bahwa kedua jalur tersebut akan bertemu di Paltuding. Yang merupakan pintu masuk menuju Kawah Ijen.

Pilihan moda transportasinya pun beragam, bisa menggunakan transportasi umum atau kendaraan pribadi.

Jika menggunakan kendaraan pribadi, di dekat pintu masuk Paltuding sudah disediakan area parkir dengan beragam fasilitasnya. Seperti warung, toilet, musholla, dan camping ground.

Dari Paltuding inilah, wisatawan akan melakukan administrasi sebelum melanjutkan petualangannya.

Namun sebelum itu, perjalanan juga melibatkan kondisi alam di sekitar wilayah gunung. Normalnya, pendakian diberlakukan antara pukul 01.00 WIB - 12.00 WIB.

Dan bisa saja ditutup sementara jika terjadi hujan badai, longsor, kebakaran hebat, atau asap belerang yang mengarah ke jalur pendakian sebab perubahan arah angin. 

Sebagai tambahan informasi, pintu Paltuding merupakan Pos PHPA (Perlindungan Hutan dan Pelestarian Alam) Perhutani di kaki Gunung Merapi-Ijen.

Jarak dari Paltuding menuju ke Kawah Ijen sekitar 3 KM, dan hanya bisa dilalui dengan berjalan kaki. Umumnya ditempuh selama dua hingga tiga jam perjalanan.

Dan untuk harga tiketnya sendiri dipatok Rp. 5 ribu per orang (lokal) dan Rp. 100-150 ribu per orang (asing). Parkir kendaraan pribadi Rp. 2 ribu (motor) dan Rp. 10 ribu (mobil).

Kenampakan Kawah Ijen

Kenampakan Kawah Ijen Kadar PH 0.5 (Foto: Pinterest)

Masih melansir dari Banyuwangi Bagus, Gunung Ijen merupakan salah satu gunung berapi yang masih aktif di Indonesia. Terletak di ketinggian 2.443 mdpl (meter di atas permukaan laut), dan bersebelahan dengan Gunung Raung dan Gunung Merapi.

Kawasan Wisata Kawah Ijen masuk ke dalam lingkup Cagar Alam Taman Wisata Ijen dengan luas 2.560 hektare, sudah termasuk hutan wisata seluas 92 hektare. Dan letak Kawah Ijennya sendiri berada di puncak Gunung Ijen.

Kawah Ijen merupakan sebuah danau yang terbentuk pasca letusan Gunung Ijen. Hasil cekungan itu pun kemudian dipenuhi air sehingga membentuk sebuah danau kawah yang menakjubkan. 

Menariknya lagi kawah ini terletak di bawah kaldera terluas di Pulau Jawa dengan diameter 6 KM. Ukuran kawahnya sendiri 960 meter x 600 meter dengan kedalaman 200 meter. Dan kawahnya ini terletak sedalam 300 meter di bawah dinding kaldera Gunung Ijen. 

Kandungan air kawah memiliki kadar asam yang sangat tinggi, yaitu di angka PH 0.5 yang mampu melarutkan tubuh manusia seketika. Hati-hati ya jika berkunjung ke sini, tetap utamakan keselamatan jangan sampai berfikiran sempit untuk viral namun mengorbankan keselamatan.

Belerang di Dekat Kawah Ijen

Belerang di Dekat Kawah Ijen Aktivitas penambangan belerang di sekitar kawah Gunung Ijen. (Foto: Pinterest)

Melihat Kawah Ijen dari atas gunung akan menyuguhkan pemandangan yang menakjubkan. Dengan tampilan warna air yang berwarna hijau tosca dengan kabut dan asap belerang yang sangat memesona.

Kemudian kita juga bisa memperhatikan bagaimana para penambang belerang yang masih mengambil belerang dengan cara tradisonal. Atau dengan alat seadanya, lalu dipikul dengan keranjang. 

Dan untuk melindungi dari asap belerang yang tebal, hanya menggunakan pelindung wajah seperti sarung atau kain bekas.

Lelehan belerang ini didapat oleh para penambang dari pipa-pipa yang menuju sumber gas vulkanik yang mengandung sulfur. Gas ini dialirkan melalui pipa, lalu keluar dalam bentuk lelehan belerang bewarna merah. Barulah setelah membeku berubah warna menjadi kuning keemasan.

Beban yang diangkat oleh para penambang ini tidaklah ringan. Sekali angkut mereka akan membawa belerang seberat 80-100 Kg. Dan berjalan sejauh 3 KM menuruni gunung.

Himbauan untuk para wisatawan, jika sudah menginjak bibir kawah, alangkah baiknya menggunakan masker. Jika tak membawanya bisa menyewa di pintu masuk Paltuding seharga Rp. 25 ribu per maskernya.

Tempat Tumbuh Tanaman dan Fenomena Langka

Tempat Tumbuh Tanaman dan Fenomena Langka Blue Fire Kawah Ijen (Foto: Pinterest)

Udara dingin di puncak mencapai suhu 10 derajat celsius, bahkan bisa menyentuh angka 2 derajat celsius. 

Dengan udara sedingin ini, tanaman yang tak bisa dijumpai penduduk dataran rendah banyak tumbuh subur. Seperti Bunga Edelweis dan Cemara Gunung. 

Ada juga hamparan Tanaman Manisrejo di sekitaran lereng kawah. Keragaman tanaman yang tak biasa dilihat mata ini semakin memanjakan penikmatnya.

Dari sekian pemandangan yang ditawarkan Gunung Ijen, fenomena Blue Fire atau api biru adalah yang paling dicari. Pasalnya fenomena ini hanya ada di dunia, yakni di Indonesia dan Islandia.

Api biru ini muncul di tengah-tengah penambangan sulphur, dan hanya akan bisa dilihat pada dini hari hingga menjelang pagi hari sekitar pukul 05.00 WIB.

Bagaimana sobat Ngepop? Sudahkah kalian mempunyai rencana untuk berlibur ke Wisata Kawah Ijen? Jika belum, semoga segala kebutuhan segera terpenuhiya, selamat berakhir pekan. (*)

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 



Orang biasa yang sedang biasa-biasa saja

What's your reaction?

Comments

https://ngepop.id/assets/images/user-avatar-s.jpg

0 comment

Write the first comment for this!