Danau Sentani merupakan danau terbesar di Pulau Papua.
Panorama alam Danau Sentani. (Foto: indonesiatravel/google)

Danau Sentani terletak 50 km di sebelah selatan Kota Jayapura, Papua. 

Melansir Native Indonesia, Danau Sentani memiliki luas sekitar 9.300 ha dan berada 75 meter di atas permukaan laut (mdpl). Danau legenda ini terletak di dalam Cagar Alam Pegunungan Cycloops, yang memiliki luas hingga 245.000 ha.  

Sejumlah 21 pulau kecil bertebaran di sekitar kawasan Danau Sentani. Dengan 24 desa di wilayah danau yang terbentang di antara Kota Jayapura dan Kabupaten Jayapura.

Konon katanya, para leluhur warga setempat ini merupakan penunggang naga di zaman purba. Yang diyakini sebagai pendatang dari wilayah yang sekarang dikenal sebagai Papua Nugini.

Masih dari sumber yang sama, menurut legenda, naga yang ditunggangi merasa kelelahan sebab perjalanan yang sangat panjang. Kemudian ia tersungkur ke arah danau (Sentani). 

Meskipun separuh badan naga tenggelam, para penduduk bisa selamat dengan naik ke atas badan naga. Kemudian para penunggang ini menjadi penghuni pertama di wilayah Danau Sentani.

Nama 'Sentani' memiliki arti 'di sini kami tinggal dengan damai'. Penyematan nama ini diberikan seorang pastor Kristen, BL Bin.

Peristiwa itu terjadi saat BL Bin menjalani sebuah misionaris di kawasan Danau Sentani pada tahun 1898.

Destinasi Lain di Sekitar Danau Sentani

Destinasi Lain di Sekitar Danau Sentani Gugusan pulau-pulau kecil di sekitar danau. (Foto: indonesiatravel/google)

1. Gugusan Pulau

Banyaknya jumlah pulau kecil di kawasan danau, menambah keindahan sejauh mata memandang. Ditambah dengan hamparan rumput hijau, yang menutupi hampir seluruh badan pulau.

Pulau paling ikonik di Danau Sentani adalah Pulau Asei. Pulau ini terletak di bagian tengah danau, dan dipercaya sebagai bagian badan tengah naga.

Ciri khas dari Pulau Asei lainnya yakni kerajinan tangan yang berupa lukisan kulit kayu. 

Sebagai tambahan, kerajinan tangan ini merupakan yang terbaik di seluruh penjuru Pulau Papua.

2. Bukit Teletubbies

Sebuah perbukitan dengan gundukan tanah yang menyerupai bentukan bukit di film kartun televisi, Teletubbies.

Jika para wisatawan berhasil mencapai puncak bukit, seluruh sudut danau akan tampak mata. Dengan tiupan angin sepoi-sepoi. Lebih nikmat lagi saat sore hari, menyaksikan matahari terbenam di langit barat danau.

Meskipun harus mendaki bukit, namun keindahan yang dipamerkan dapat membayar lunas rasa lelah.

3. Dermaga Warna-Warni

Kampung Yobo, merupakan kampung apung di kawasan Danau Sentani, yang memiliki dermaga unik berwarna warni.

Dermaga warna-warni Danau Sentani. (Foto: krtnews/google)

Ketika berkunjung, wisatawan tidak akan melihat satu pun rumah di daratan. Sebab semua penduduknya tinggal di rumah apung. Yang disulap menjadi Kampung Dermaga Warna-Warni

Selain itu, kampung ini juga sering disebut sebagai 'Desa Sagu'. Karena memang terdiri dari sekitar 20 jenis pohon sagu. Dan menjadi salah satu kawasan dengan tanaman sagu terbanyak di Indonesia.

Keragaman Fauna Danau Sentani

Keragaman Fauna Danau Sentani Ikan gabus Danau Sentani. (Foto: tribun/google)

Sebagai danau terluas di Pulau Papua, Danau sentani memiliki sedikitnya 30 spesies ikan air tawar. Hewan endemik khas danau ini adalah ikan gabus Danau Sentani (Oxyeleotris heterodon), ikan pelangi Sentani (Chilatherina sentaniensis), ikan pelangi merah (Glossolepis incisus) dan hiu gergaji (Pristis microdon).

Sayangnya, populasi ikan gabus khas Danau Sentani kian menyusuf drastis. Hal ini disebabkan oleh telur-telur ikan gabus Danau Sentani dimakan oleh ikan gabus jenis lainnya.

Selain itu, terdapat kerang atau yang biasa disebut dengan nama Felle. Lerang Felle hidup di kedalaman 1-3 meter. Dan tempat tinggal Felle berada di dalam lumlur di dasar danau.

Sebagai lauk pauk warga, Felle memiliki kandungan protein yang tinggi. Menurut masyarakat disekitar Danau Sentani, Felle berkhasiat menyembuhkan penyakit seperti kencing manis (diabetes), gangguan fungsi hati bahkan sakit kuning (hepatitis),

Tiket dan Akses ke Danau Sentani

Setiap wisatawan yang hendak berkunjung ke Danau Sentani, biasanya datang dari arah Kota Jayapura. Dari Jayapura ke Danau Sentani hanya memakan waktu sekitar 15 menit.  

Tiket masuk ke kawasan danau tidak ditarik sepeser pun. Namun, jika hendak berkeliling atau ingin menuju pulau lain di sisi lain danau, akan dikenakan biaya operasional kapal sebesar Rp 10 ribu.

Secara umum Danau Sentani dibuka setiap hari Senin hingga Minggu, selama 24 jam nonstop. Namun, waktu terbaik mengunjungi Danau Sentani ialah di pagi dan sore hari. (*)



Orang biasa yang sedang biasa-biasa saja

What's your reaction?

Comments

https://ngepop.id/assets/images/user-avatar-s.jpg

0 comment

Write the first comment for this!