Candi Prambanan sebagai candi bercorak Hindu terbesar di Indonesia. Termasuk salah satu yang terindah di kawasan Asia Tenggara, serta terdaftar sebagai Situs Warisan Dunia oleh UNESCO.
Kenampakan tiga candi utama Trimurti di kawasan Candi Prambanan. (Foto 1001indonesia)

Candi bercorak agama Hindu ini menjadi yang terbesar se-Indonesia. Masuk ke dalam jajaran candi teridah di kawasan Asia Tenggara, selain Angkor Wat.

Tiga candi utama disebut Trimurti dan dipersembahkan kepada tiga dewa utama atau Trimurti. Terdiri dari Siwa sang Penghancur, Wisnu sang Pemelihara dan Brahma sang Pencipta. Di kompleks candi ini Siwa lebih diutamakan dan lebih dimuliakan dari dua dewa Trimurti lainnya. Sehingga kawasan Candi Prambanan disebut juga dengan Siwagrha atau Siwalaya.

Dalam bahasa Sansekerta, Siwagrha ‘Shiva-grha’ yang berarti: ‘Rumah Siwa’ atau Siwalaya ‘Shiva-laya’ yang berarti: ‘Ranah Siwa’ atau ‘Alam Siwa’.

Candi Siwa sebagai bangunan utama dan yang terbesar serta tertinggi, menjulang dengan tinggi 47 meter.

Sejak disematkan sebagai Situs Warisan Dunia oleh Organisasi Pendidikan, Keilmuan, dan Kebudayaan Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNESCO) pada 13 Desember 1991, membuatnya menjadi perhatian dunia.

Melansir kemdikbud.go.id, penetapan Situs Warisan Dunia melalui Komite Warisan Dunia terhadap Candi Prambanan tercatat dengan nomor Nomor C. 642.

Kawasan Candi Prambanan terdiri dari 240 candi. Mulanya terdapat 240 candi besar dan kecil di kawasan Candi Prambanan. Namun, kini tersisa hanya 18 candi, yakni 8 candi utama dan 8 candi kecil di pelataran utama, serta 2 candi perwara.

Banyak candi perwara yang belum dipugar, dari 224 candi perwara hanya 2 yang sudah dipugar, yang tersisa hanya tumpukan batu yang berserakan. Candi-candi ini terletak di pelataran luar.

Adapun perincian candinya sebagai berikut:

1. 3 (tiga) Candi Trimurti: candi Siwa, Wisnu, dan Brahma

2. 3 (tiga) Candi Wahana: candi Nandi, Garuda, dan Angsa

3. 2 (dua) Candi Apit: terletak antara barisan candi-candi Trimurti dan candi-candi Wahana di sisi utara dan selatan

4. 4 (empat) Candi Kelir: terletak di 4 penjuru mata angin tepat di balik pintu masuk halaman dalam atau zona inti

5. 4 (empat) Candi Patok: terletak di 4 sudut halaman dalam atau zona inti

6. 224 Candi Perwara: tersusun dalam 4 barisan konsentris dengan jumlah candi dari barisan terdalam hingga terluar: 44, 52, 60, dan 68

Melansir selmankab.go.id Klasifikasi denah kawasan candi Prambanan ditetapkan berdasarkan lahan bujur sangkar, yang mana terdiri atas tiga bagian atau zona, masing-masing halaman dibatasi oleh tembok batu andesit. Zona terluar ditandai dengan pagar bujur sangkar yang masing-masing sisinya sepanjang 390 meter. Kecuali gerbang selatan yang masih tersisa, bagian gerbang lain dan dinding candi ini sudah banyak yang hilang.

Fungsi dari halaman luar ini secara pasti belum diketahui, kemungkinan halaman ini merupakan taman suci, atau kompleks asrama Brahmana dan murid-muridnya. Besar kemungkinan bangunan yang berdiri di halaman terluar ini, dahulu terbuat dari bahan kayu, sehingga mudah lapuk dan melebur.

Secara administratif, kawasan Candi Prambanan terletak di dua Provinsi. Gerbang masuknya berada di wilayah  Tlogo, Prambanan, Klaten, Jawa Tengah. Sedangkan sebaran candinya masuk dalam wilayah Bokoharjo, Prambanan, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta.

Lokasi Candi Prambanan berjarak 17 kilometer timur laut dari Kota Yogyakarta, 50 kilometer barat daya Surakarta dan 120 kilometer selatan Semaranag, persis di perbatasan antara provinsi Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta.

Melansir Borobudur Park, meruntut catatan dari Prasasti Syiwagrha, yang ditemukan di sekitar Prambanan, Candi Prambanan dibangun sekitar pertengahan abad ke-9 oleh raja dari Wangsa Sanjaya, yaitu Raja Balitung Maha Sambu. Prasasti ini tertulis pada tahun 778 Saka (856 M) dan ditulis pada masa pemerintahan Rakai Pikatan.

Candi Prambanan ditemukan oleh CA. Lons, seorang berkebangsaan Belanda pada tahun 1733. Candi ini menarik perhatian dunia ketika pada masa pendudukan Britania atas Jawa. Pada saat itu, beberapa arca-arca dan relief candi diambil oleh warga Belanda dan dijadikan hiasan taman, sementara warga pribumi menggunakan batu candi untuk bahan bangunan dan fondasi rumah.

Pemugaran dimulai pada tahun 1918 oleh Jawatan Purbakala (Oudheidkundige Dienst) di bawah P.J. Perquin dengan cara yang sistematis sesuai kaidah arkeologi  (1918–1926). Pemugaran candi utama kawasan ini dirampungkan pada tahun 1953 dan diresmikan oleh Presiden pertama Republik Indonesia, Ir. Soekarno.

Suasana umat Hindu saat menggelar acara keagamaan di pelataran utama Candi Prambanan. (Foto: pemerintahprovinsijawatengah)

Setelah pemugaran besar-besaran tahun 1990-an, kegiatan peribadatan umat Hindu di Jawa. Kebangkitan kembali nilai luhur keagamaan di kawasan Candi Prambanan, tak lepas dari pengaruh masyarakat yang masih banyak menganut agama Hindu. Baik sebagai pendatang dari Bali atau warga setempat yang menganut agama Hindu di Yogyakarta, Klaten dan sekitarnya.

Setiap tahun, umat Hindu dari provinsi Jawa Tengah dan Yogyakarta berkumpul di Candi Prambanan, untuk menggelar upacara pada hari-hari suci Hindu, seperti Galungan, Tawur Kesanga, dan Nyepi.

Harga Tiket dan Akses Menuju Candi Prambanan

Kota terdekat dari Prambanan adalah Yogyakarta, 17 km sebelah barat daya dan Klaten, 3 km sebelah utara. Akses menuju Candi Prambanan sangat mudah karena letaknya yang  berada di jalan raya Solo - Yogya. Terlihat sangat jelas ketika melintas di jalanan ini.

Jika berangkat dari kota Yogyakarta, dapat memilihj transportasi umum Trans Jogja yang berhenti di halte pasar Prambanan. Semua bus antar kota jurusan Solo juga bisa mengantar penumpang sampai di depan kawasan Candi Prambanan.

Memulai perjalanan dari Stasiun Tugu Yogyakarta pun dapat dengan mudah.  Banyak tersedia taksi atau rental kendaraan di sekitar Stasiun Tugu Yogyakarta dan kawasan wisata Malioboro. Jika ingin menggunakan transportasi umum, bisa langsung menggunakan jasa bus Trans Jogja, dengan jalur 1A dari Halte Mangkubumi.

Perlu diketahui, bahwa bus Trans Jogja dari Kota Yogyakarta yang melayani rute Prambanan hanya ada di jalur 1A.

Jika berangkat dari area sekitar Terminal Bus Giwangan, bisa menggunakan jasa bus jalur 1A dari terminal atau menggunakan bus antar kota jurusan Solo.

Memulai perjalanan dari Bandara Internasional Yogyakarta, terdapat transportasi publik yang dapat melaju menuju kota Yogyakarta, dengan bus Damri, atau memilih menggunakan kereta api. Jika menggunakan kereta api, pilihlah Kereta Api Bandara atau Prameks, yang berangkat dari Stasiun Wojo menuju ke Yogyakarta.

Jika  memilih menggunakan mobil, terdapat moda transportasi seperti taxi atau ojek daring. Perjalanan dari Bandara Internasional Yogyakarta menuju Prambanan menempuh jarak sekitar 64 km.

Memuali perjalanan dari luar kota, apabila menggunakan kendaraan pribadi arahkan setir kendaraan ke jalan raya Solo – Yogya. Yang bisa diakses dari jalan lingkar luar Yogya atau dari dalam kota Yogya, melalui jalan Laksda Adisutjipto. Candi Prambanan terletak di Km 16 Jalan Raya Solo – Yogya, sebelah utara jalan.

Untuk tarif masuk Candi Prambanan dipatok dengan harga beragam. Terdiri dari tiket regular dan paket terusan ke candi lainnya.

Wisatawan lokal dewasa, rentang usia 10 tahun ke atas dikenakan biaya sebesar Rp50 ribu dan anak-anak, rentang usia 3-10 tahun dikenakan tiket sebesar Rp25 ribu. Sedangkan wisatawan mancanegara dikenakan biaya Rp 200-300 ribu per orang. Harga tiket ini sudah termasuk biaya asuransi sebesar Rp500.

Jika berkunjung mengatasnamakan rombongan pelajar atau mahasiswa, per grup setiap kali masuk diberikan harga spesial, sebesar Rp25 ribu per orang, minimal 20 orang per kelompok. Dengan catatan membawa dan menunjukkan surat pengantar dari sekolah atau universitas.

Melansir Kumparan, selain jenis tiket reguler terdapat pula paket tiket terusan. Tujuan wisata Candi Prambanan dan Borobudur untuk dewasa dikenakan tariff Rp75 ribu, sedangkan anak-anak sebesar Rp35 ribu. Harga yang sama ditawarkan dengan tujuan wisata Candi Prambanan dan Candi Plaosan.

Untuk tujuan wisata Candi Prambanan dan Candi Ratu Boko, orang dewasa dikenakan biaya sebesar Rp 85 ribu, sedangkan anak-anak sebsesar Rp40 ribu. (*)



Orang biasa yang sedang biasa-biasa saja

What's your reaction?

Comments

https://ngepop.id/assets/images/user-avatar-s.jpg

0 comment

Write the first comment for this!