Penyakit rabies pada hewan peliharaan bisa dicegah. Simak penjelasannya di sini.
Ilustrasi suntik rabies (Foto: AP/Wally Santana)

Hai, Sobat Ngepop! Kali ini kita akan bahas tentang penyakit yang bikin merinding, yaitu rabies. Nah, rabies ini bisa menular ke manusia, baik anak-anak maupun dewasa, dan bisa bikin kamu nggak enak badan. Gejalanya macem-macem, kayak tubuh lemes, demam, sakit tenggorokan, dan nggak nyaman banget.

Eits, tapi jangan remehkan gejala ini, ya. Kalau nggak segera ditangani, bisa bikin masalah di sistem saraf tubuh kita. Bisa terjadi kesemutan, panas-panasan di lokasi gigitan, dan gangguan saraf lainnya, misalnya mata membesar, sering berkeringat, atau air mata yang menetes. Serem, kan?

Melansir Antara, Dr. dr. Novie Homenta Rampengan, SpA(K), DTM&H, MCTM (TP), seorang dokter dari Ikatan Dokter Anak Indonesia, udah menjelaskan nih, kalau orang yang kena virus rabies bakal takut sama air, udara, dan cahaya. Jadi, mereka bisa merasa kesakitan atau kayak lagi dicekik gitu, jadi susah buat bernapas. Makanya, nggak heran kalau orang yang terkena penyakit ini bakal ngindarin langsung paparan cahaya dan kontak dengan air.

Nah, buat kalian yang pernah digigit dan dicurigai kena virus rabies, jangan panik dulu! Ada langkah yang bisa kalian lakukan. Pertama, cuci luka dengan sabun dan air selama 15 menit. Setelah itu, jangan lupa segera melapor ke Puskesmas, rumah sakit, atau Rabies Center terdekat. Di sana, kalian bakal dapat penanganan medis yang lebih lengkap, kayak vaksin atau serum anti-rabies. Jadi, jangan ditunda-tunda, ya!

Dr. Novie juga bilang, kalau kita melakukan semua itu, maka jumlah virus rabies dalam tubuh bakal berkurang banget. Nah, kalau virusnya berkurang, penyakitnya juga nggak akan separah itu, kan? Jadi, penting banget buat nggak buang-buang waktu dan segera cari pertolongan medis!

Oh ya, ngomong-ngomong soal rabies, hewan peliharaan kita, khususnya anjing, juga bisa kena penyakit ini. Gejalanya bisa kita cermati dari kondisi fisiknya, kayak air liur yang keluar terus, hidung yang kering, dan ekor yang tertekuk di antara kedua kaki belakangnya. Tapi, bukan cuma dari fisik aja, perilaku anjing juga berubah. Dia bisa jadi sering ngilang-ngilang atau mudah kaget. Nggak cuma itu, dia juga jadi enggak patuh sama perintah kita.

Kalau ada yang mengganggu dia, anjing yang terinfeksi rabies bisa langsung menyerang. Dia juga akan takut sama cahaya matahari, lho. Jadinya, dia lebih suka sendiri di tempat yang gelap-gelap. Kalau soal makan dan minum, dia jadi kurang nafsu karena merasa nggak nyaman saat ngelakuin aktivitas itu.

Tingkah laku anjing yang terkena rabies jadi aneh, dia jadi sering gigit-gigit benda mati, misalnya kayu atau batu. Akhirnya, rabies ini bakal membuat dia lumpuh dan meninggal dalam waktu 10-14 hari. Bikin sedih, ya?

Tapi, walaupun rabies itu mematikan, jangan khawatir! Dr. Novie bilang, penyakit ini bisa dicegah, lho. Tapi ya, paling efektif kalau dicegah sebelum gejala muncul. Jadi, kalau kalian atau teman kalian digigit hewan, jangan buang waktu lagi, langsung lakukan tiga langkah tadi. Cepat dan tepat!

Jadi, teman-teman, intinya, jangan main-main sama rabies ini, ya. Penyakit ini serius dan berbahaya banget. Jaga kesehatan kamu dan hewan peliharaanmu. Kalau ada yang dicurigai terkena rabies, jangan ragu buat segera mencari pertolongan medis. Ingat, tindakan cepat bisa selamatkan hidup kita. Stay safe, stay healthy, dan jauhi rabies! (*)



What's your reaction?

Comments

https://ngepop.id/assets/images/user-avatar-s.jpg

0 comment

Write the first comment for this!