30 tahun malang melntang di industri musik, Coco Lee mengembuskan nafas terakhirnya setelah upaya percobaan bunuh diri.
Coco Lee meninggal dunia di usia 48 tahun. (Foto: cocolee/instagram)

Coco Lee, penyanyi pop yang memiliki nama asli Ferren Lee menghembuskan nafas terakhirnya di salah satu rumah sakit di Hongkong, Rabu (5/7/2023).

Melansir dari The Star, saudarinya, Nancy Lee, mengabarkan berita duka ini kepada Weibo. Menurut keterangannya, Coco Lee telah tengah berjuang melawan depresinya beberapa tahun terakhir, sebelum akhirnya meninggal usai percobaan bunuh diri di kediamannya.

“Kondisi mental Lee telah memburuk secara drastis selama beberapa bulan terakhir," tulis Nancy, mengutip dari sumber yang sama.

Lanjut Nancy, tahun ini merupakan umur ke-30 karir profesional Coco Lee di industri hiburan.

Perjalanan Hidup dan Karir Coco Lee

Perjalanan Hidup dan Karir Coco Lee Coco Lee saa membawakan lagu "A Love Before Time" di Academy Awards ke-73, Los Angeles. (Foto: cocolee/instagram

Ferren Lee lahir di British-Hongkong (masih dijajah Inggris), pada tanggal 17 Januari 1975. Saat berumur 8 tahun, ia bersama ibu dan kedua kakaknya pindah ke San Fransisco, Amerika Serikat. Melansir dari LA Times, sang ayah telah meninggal dunia sebelum Coco lahir.

Bakat entertaintment-nya sudah tampak sejak kecil. Hal ini dibuktikan dengan torehannya yang meraih gelar Miss Junior Chinatown semasa sekolah. Usai lulus sekolah, Coco melanjutkan studinya di University of California.

Melansir LA Times, meski sedang berkuliah ia sempat mengujungi kedua kakaknya, Nancy dan Carol di Hongkong. Mencoba peruntungan, Coco mengikuti audisi tahunan “Pencarian Bintang Hongkong: Pencarian Bakat Baru” ke-12. Ia merupakan salah satu dari 10 ribu pendaftar lainnya.

Kala itu, Coco membawakan sebuah lagu karya Whitney Houston yang berjudul “Tun to You”. Siapa sangka, dalam kompetisi itu Coco berhasil meraih runner-up. Ia sempat tak yakin akan kemenangannya. Pasalnya, meski lahir di Hongkong, ia tumbuh besar di Amerika Serikat.

"Saya berpikir mereka tidak akan pernah memilih saya, saya adalah gadis kecil gemuk dari San Francisco yang hampir tidak bisa berbicara bahasa Kanton," kata Lee kepada Bloomberg pada tahun 2012.

Lanjut Coco kala itu, karena keterbatasannya ia hanya membawakan lagu berbahasa Inggris. Selang sehari, ia dihubungi oleh salah satu eksekutif dari Capitol Records di Hongkong dengan tawaran kontrak rekaman. Dari sinilah karir profesionalnya dimulai.

Melalui wawancaranya dengan The Times, penyanyi kelahiran Hongkong itu mengatakan bahwa mengubah lagu genre Rynthm and Blues (R&B) tidaklah mudah.

"Karena bahasa Kanton adalah bahasa tonal - artinya kata yang sama dapat memiliki hingga tujuh arti, tergantung pada nada pengucapannya," kata Coco.

Lanjut Coco, bahwa lick dan riff yang digunakan oleh para penyanyi R&B berbahasa Inggris sulit dilakukan dalam bahasa Kanton. Sebab mengubah nada suatu kata dapat merubah artinya juga.

Kegigihannya dalam mempelajari bahasa Kanton membuatnya dapat menciptakan lagu dengan kombinasi gaya vocal di San Fransisco. Bahkan melansir LA Times, pandangan Amerikanya tentang musik pop Asia menjadi panutan banyak musisi di Asia, sehingga mendongkrak karir musiknya.

Melansir The Washington Post, Coco Lee merilis album perdanya dengan judul Just No Other Way (1998) di usia 23 tahun.

Setelahnya, ia mendapat tawaran untuk mengisi suara Fa Mulan versi mandarin. setahun setelahnya, pada 1999, ia berkesempatan tampil dalam sebuah konser amal bertajuk “MJ & Friends” bersama Michael Jackson.

Sebagai informasi, Coco terinspirasi dari gaya musik idolanya, yakni Houston, Madonna, Michael Jackson, dan Mariah Carey.

Salah satu lagunya, “Before I Fall in Love” menjadi musik pengiring di film Runaway Bridge (1999). Dan lagunya yang bertajuk “Do You Want My Love” menjadi trending global.

Dalam sebuah wawancara dengan LA Times tahun 2000, Coco menjelaskan bagaimana ia mencoba masuk ke pasar musik Amerika Serikat.

“Agak aneh. Sepertinya saya memulai dari awal lagi, meskipun saya sudah menjadi bintang di Asia.” kata Coco, mengutip LA Times.

Media The Times dalam sebuah artikelnya mengatakan bahwa sosok Coco Lee sempurna menjadi penerus Ricky Martin, yang dirindukan oleh penggemar musik di Aerika Serikat. Hal ini dikemukakan oleh Epic Records Group yang disebut-sebut menemukan “Superstar Crossover” di Hongkong.

“Ricky Martin berikutnya bernyanyi dalam bahasa Kanton dan Mandarin dan Inggris, dan dia jelas bukan seorang pria. Namanya Coco Lee. Seperti Martin, dia adalah orang Amerika multibahasa dan bikultural yang telah menjual jutaan album dalam bahasa selain bahasa Inggris dan sangat ingin membuat namanya terkenal di dunia pop AS arus utama.” ujar Epic Records Group, mengutip LA Times.

Lagu lainnya milik Coco, A Love Before Time, menjadi pengantar kredit akhir film Crouching Tiger, Hidden Dragon (2001). Lagu tersebut masuk nominasi Oscar, dan ia bawakan di Academy Awards 2001.

Melansir dari The Washington Post, Coco Lee melangsungkan pernikahannya dengan seorang pengusaha Kanada, Bruce Rokcowitz. Bruce juga pernah memimpin perusahaan rantai pasokan untuk Hongkong, Li & Fung dan ketua Rock Media International, serta merupakan salah satu pendiri Pure Group.

Melansir The Star, Bruce Rockowitz merupakan seorang duda dengan dua anak perempuan. Dan terdapat kabar burung bahwa mereka telah bercerai. Namun, berita ini tak pernah dijelaskan secara gambling oleh Coco Lee.

Seakan kurang mengeksplorasi kemampuannya, ia mencoba hal baru dengan menjadi juri dalam sebuah ajang pencarian bakat, seperti Chinese Idol dan Dancing with the Stars. Selain itu ia juga eksis di industry perfilman dengan berperan di tiga film, yakni No Tobacco, Master of Everything, dan Forever Young.

Melansir dari Variety, Coco Lee telah merilis 18 album studio, 5 kompilasi album dan 2 album live sepanjang karirnya.

Selamat jalan Coco Lee. Usiamu mungkin belum genap setengah abad, namun karya-karyamu akan selalu abadi. (*)



Orang biasa yang sedang biasa-biasa saja

What's your reaction?

Comments

https://ngepop.id/assets/images/user-avatar-s.jpg

0 comment

Write the first comment for this!