Menjalani bisnis bagi pemula perlu belajar cara mengatasi rintangan. Kita bisa belajar dari karya Robert Kiyosaki

Mengatasi rintangan. Saat mendengar kata-kata tersebut terlintas berbagai macam solusi yang dipikirkan. Ketika dihadapkan dengan sesuatu di luar kebiasaan, pastinya kita berusaha mengatasinya entah dengan cara apapun itu. Sama halnya dalam dunia bisnis, kita perlu tahu bagaimana mengatasinya, baik dari diri sendiri maupun berdasarkan pengalaman orang lain.

Ada beberapa rintangan dalam bisnis yang perlu diatasi bagi seorang yang belajar bisnis. Rintangan tersebut di antaranya rasa takut, sinisme, kemalasan, kebiasaan buruk, dan kesombongan. Untuk lebih tahu, simak penjelasan berikut sebagaimana tertulis dalam buku Rich Dead Poor Dad karya Robert Kiyosaki mengeneai lima cara mengatasi rintangan dalam bisnis.

1. Mengatasi Rasa Takut

Tak sedikit dari kita selalu overthingking jika ketakutan menghampiri. Wajar saja sebagai manusia kita takut pada satu sisi dan menjadi pahlawan disisi lain. Keika memulai bisnis kita takut akan kehilangan uang, rugi, dan lain-lain. Sebenarnya overthingking itu yang membuat kita kesulitan untuk memulai langkah. Lalu apa yang harus dilakukan? 

Ketika mengalami ketakutan, sharing kepada orang yang kamu anggap bisa dipercaya atau orang yang expert dalam mengatasi ketakutan yang sedang kamu alami. Itu akan memberimu kekuatan, karena kekalahan memberi inspirasi bagi pemenang. 

2. Sinisme

Masih memiliki hubungan dengan rasa takut, sinisme muncul karena rasa takut tersebut. Apabila sikap sinis ini timbul, kita akan jalan ditempat dan tidak ada progres. Ini melumpuhkan banyak orang untuk memulai bisnis.

Analisis perlu dilakukan untuk membuka mata agar terus ada perbaikan-perbaikan. Kita sulit berkembang jika tidak melakukan analisis, contoh saja jika tahu kekurangan kita maka yang perlu dilakukan adalah mencari solusi untuk kekurangan itu. 

3. Kemalasan

Kemalasan adalah momok besar bagi setiap orang. Banyak orang yang pintar dan bahkan gampang mempelajari sesuatu tapi malas. Jika kita memiliki goals yang ingin dicapai tentunya perlu usaha, dan itu perlu ditekuni.

Untuk terus bisa menekuni apa yang menjadi goals kita, tumbhkan hasrat dalam diri. Tapi jangan lupa untuk mengendalikan hasrat, agar tidak sampai menjadi buta karena tamak. Seperti kutipan dalam buku ini “saya tak mampu membelinya” ubah menjadi “bagaimana saya membelinya”.

4. Mengatasi Kebiasaan Buruk

Kebiasaan kita merupakan cerminan diri kita. Apa yang rutin kita lakukan bisa jadi kita memetiknya dikemudian hari nanti. Maka dari itu, hati-hati dengan kebiasaan yang sering dilakukan.

Jika kebiasaan buruk susah dihilangkan, setidaknya kurangi sedikit demi sedikit dan fokuskan kepada hal-hal baik yang bisa mengalihkan kebiasaan buruk . Contoh, orang yang biasa tertekan, ia jadikan tekanan tersebut sebagai motivasi. Lama-kelamaan kebiasaan yang menurutnya menekan itu menjadi seru karena sudah terbiasa dan dijadikan sebuah motivasi untuk menyelesaikan goalsnya. 

5. Kesombongan

Ketika mendapatkan beberapa pencapaian-pencapaian, serigkali kita merasa puas dan akhirnya lupa. Kesombongan ini menjadikan proses yang sebenarnya masih mulai berkembang menjadi terhenti. Kesombongan juga menghambat kita untuk berkembang karena kita merasa bahwa “aku sudah bisa kok”.

Rich Dad and Poor Dad ini mengajarkan bahwa ketika anda tahu anda tidak bisa dalam suatu topik, mulailah didik diri anda dengan mencari seorang ahli di bidang itu atau sebuah buku tentang topik itu. (*)

Keterangan foto: Robert Kiyosaki. 

Buku Rich Dead Poor Dad


What's your reaction?

Comments

https://ngepop.id/assets/images/user-avatar-s.jpg

0 comment

Write the first comment for this!