Saat ini istilah Father Hunger tengah hangat diperbincangkan. Sebenarnya apa itu Father Hunger? Seperti apa dampaknya? Simak ulasan berikut ini tentangnya.
Ilustrasi seseorang yang sedang menangis dan mengurung dirinya (Foto: Pinterest)

Father Hunger merupakan istilah yang asing bagi sebagian besar orang. Namun sudah sangat lama muncul dalan dunia psikologi.

Kondisi mental ini telah banyak menghinggapi jiwa dan pikiran anak-anak. Tingkatan emosional yang tak normal ini disebabkan oleh banyak faktor. Yang paling utama ialah karena kurangnya kasih sayang dari sosok ayah.

Hal lain yang mempengaruhinya meliputi pertengkaran rumah tangga, perceraian, kematian atau hal lain yang terjadi hingga menyebabkan kurangnya perhatian figure ayah kepada anaknya.

Melansir CNN Indonesia dari laman Hope Line, Father Huger merupakan istilah yang sejenis dengan fatherless, father absence, dan father deficit.

Bahkan pengaruh dari kondisi emosional ini bisa menggerogoti kesehatan mental anak hingga ia dewasa.

Watak Keras Kepala

Seseorang yang mendapati Father Hunger di dalam dirinya cenderung keras kepala. Cenderung memiliki perasaan dan sikap yang bodoamatan. Tak jarang juga berujung pada tindakan kasar yang dilakukan sebab trauma di masa lalu, atau kurangnya kasih sayang itu sendiri.

Karena tentu seseorang yang mengidap Father Hunger terbiasa tumbuh tanpa sosok ayah. Dan kerap hidup mandiri sejak dini. Sehingga karena keadaan yang kemudian membentuk dirinya di balik karakter persona dirinya ini.

Ciri-ciri lain yang menonjol dari mereka antara lain sebagai berikut:

Perfeksionis

Sikap pendirian yang dimiliki oleh sesorang penyandang Father Hunger ini mungkin tampak positif. Namun karena kurangnya arahan dan pembentukan tumbuh kembang anak menyebabkannya tak terkendali.

Kabar baiknya, mereka menjadi lebih fokus dalam mencapai mimpi atau prestasinya.

Rasa Tidak Aman dan Tidak Percaya Diri

Ketakutan akan menyelimuti selama masa pertumbuhannya. Kurangnya sosok pelindung seperti kepala keluarga berdampak besar terhadap jalan hidup sesorang. Mereka cenderung kurang percaya diri dan tidak aman dalam hubungan interpersonal ataupun lingkup sosial.

Banyak juga dari mereka yang terkena perundungan saat di sekolah karena tidak memiliki sosok ayah.

Sulit Mengungkapkan Emosi

Tidak adanya sosok ayah, bagi sebagian orang merasa tidak beruntung. Apalagi bagi seorang perempuan yang notabennya dekat dengan sang ayah. Mereka merasa jadi kesulitan untuk mengutarakan keresahan atau hal possitif yang sedang dirasakan. Penyebabnya tak lain adalah kurangnya rasa sayang dan perhatian dari cinta pertamanya tersebut.

Kepribadian yang Tak Jelas

Seseorang yang cenderung pemalu dan kurang percaya diri dapat menghambat pertumbuhan proses hidupnya. Mereka lebih sering mengurung diri atau menjadi anti-sosial. Juga merasa kesulitan untuk menggambarkan dengan jelas tentang siapa dirinya, seperti apa karakternya, atau bagaimana kepribadiannya.

Penyimpangan yang Berisiko Tinggi

Individu yang mengalami Father Hunger akan cenderung memilih pelarian ke hal-hal yang negatif. Sebab tidak ada rumah baginya untuk pulang. Sulitnya megekspresikan diri, meluapkan emosi, dan pengendalian diri membuatnya tak jarang terjerumus ke sesuatu yang menyimpang.

Sekian ragam ciri yang dapat kita lihat dari pengidap Father Hunger pastinya terdapat banyak juga dampak yang mengikutinya. Mengutip dari Kompas, berikut rangkumannya:

Masalah Pengendalian Diri

Seseorang yang kehilangan ayah sulit untuk dapat mengontrol kehendak dirinya. Sering merasa stress dan frustasi sebab perasaan yang ditekan dan dipendam. Kondisi mentalnya yang terganggu ini kemudian mencari pelarian kea rah negative yang relative mudah digapai, seperti yang terdapat pada kenakalan remaja; minuman berakohol; tawuran; bahkan obat-obatan terlarang.

Perilaku Sosial Buruk

Sikap dan kelakuan orang dengan kondisi Father Hunger akan menonjolkan watak keras dan intimidasi dari dirinya, sehingga menyebabkannya malah dikucilkan oleh orang lain. Tak lain sikapmnya ini ditujukan untuk menyamarkan ketakutan, kebencian, kecemasan, dan ketidakbahagiaan yang melekat dalam pikiran dan jiwanya.

Prestasi Akademik Buruk

Dampak lain yang ditimbulkan bisa merembet ke ranah pendidikan. Menjadikan mereka kurang dalam hal keterampilan dan motivasi belajar. Tak jarang dari mereka kehilangan kesempatan prestasi di sekolah, atau membolos, dan bahkan dengan seringnya perilaku nakal sampai mereka dikeluarkan oleh pihak sekolah.

Kesehatan Fisik Terganggu

Berasal dari kesehatan mental akan berdampak juga kepada kesehatan raga. Karena lebih banyak membicarakan dari pada menceritakan, membuatnya memendam segala hal yang berkaitan dengan hati dan pikiran. kemudian menurunkan imunitas tubuh dan berujung pada tumbuhnya mecam-macam penyakit seperti sering demam, pusing, bahkan asma.

Gangguan Kesehatan Mental

Perasaan sepi tanpa dampingan dari kasih sayang ayah menyebabkan masalah mental pada seseorang. Terutama rasa cemas berlebihan (anxiety) yang berlebih, dan tragisnya berujung pada bunuh diri.

Masalah Hubugan Interpersonal

Karena pembentukan mental yang diliputi rasa cemas dan tidak percaya diri menginfeksi hubungan asmara mereka. Karena kurangnya control emosi dan kepercayaan terhadap orang lain menyebabkan retaknya hubungan interpersonal di kemudian hari. Perjalan cinta yang tak mulus menjadi konsekuensi para pengidap Futher Hunger. Mereka harus mendapatkan pasangan yang benar-benar mengerti keadaannya dan merubah suasana hatinya. Sehingga ia merasa memiliki rumah untuk pulang. (*)

 



Orang biasa yang sedang biasa-biasa saja

What's your reaction?

Comments

https://ngepop.id/assets/images/user-avatar-s.jpg

0 comment

Write the first comment for this!