Beredar kabar Coldplay bakal menggelar konser di Indonesia pada November tahun ini.
Konser Coldplay. (Foto: Instagram @coldplay)

Coldplay belum pernah menggelar konser di Indonesia. Kapan band asal Inggris ini tampil di Indonesia? Media sosial hari ini diramaikan dengan beredarnya daftar booking Stadion Gelora Bung Karno untuk tanggal 5 sampai 17 November 2023. GBK sudah dipesan selama 12 hari.

Beredar kabar pemesanan itu untuk acara konser musik dari luar negeri.  Rupanya, warganet mengaitkannya dengan agenda tur dunia Coldplay berlabel Music of the Spheres.

Bukan tanpa alasan netizen mengaitkanya dengan konser Coldplay. Bermula dari unggahan @konser.id di Instagram. Akun tersebut mengunggah instastory bahwa Coldplay bakal mengumumkan jadwal tur dunia di Asia Tenggara dan Amerika Utara.

Tour Coldplay

Coldplay bakal menggelar tur dunia di kawasan Eropa. Melihat unggahan di akun Instagramnya, band yang lahir di London pada 1998 itu bakal menggelar konser di sejumlah kota seperti Barcelona, Manchester, Milan, hingga berakhir di Amsterdam pada 19 Juli 2023. 

Pasca Eropa, Coldplay diperkirakan akan mengumumkan jadwal tur di kawasan Amerika Utara, Asia dan Australia untuk melanjutkan tur hingga akhir 2023. Belum ada siaran resmi mengenai kabar tersebut.

Kehadiran Coldplay di Indonesia tentu dinantikan oleh para penggemarnya. Band peraih Grammy Awards 2012 ini termasuk dalam daftar tunggu pecinta musik di Indonesia.

Profil Coldplay

Coldplay, sebuah grup musik asal Inggris terdiri dari empat orang anggota, yaitu Chris Martin sebagai vokalis, gitaris, dan pianis, Guy Berryman sebagai pemain bass, Jonny Buckland sebagai pemain gitar utama, dan Will Champion sebagai pemain drum. Band ini dibentuk di London pada 1998.

Coldplay pertama kali dikenal luas berkat lagu mereka yang berjudul Yellow pada 2000, yang kemudian diikuti oleh kesuksesan album perdana mereka yang berjudul PARACHUTES. Album ini meraih penghargaan Best Alternative Music Album pada ajang Grammy Awards pada 2002.

Pada Agustus 2002, Coldplay merilis album kedua mereka yang berjudul A RUSH OF BLOOD TO THE HEAD yang sukses besar dengan lagu-lagu populer seperti In My Place, The Scientist, dan Clocks. Album ini memenangkan dua penghargaan Grammy Awards pada 2003, yaitu Best Alternative Music Album dan Best Rock Performance by a Duo or Group with Vocal. Lagu Clocks juga berhasil meraih penghargaan Record of the Year pada ajang Grammy Awards pada 2004.

Album ketiga Coldplay yang berjudul X&Y dirilis pada 6 Juni 2005 dan menjadi album terlaris di tahun 2005 dengan total penjualan 8,3 juta di seluruh dunia. Beberapa lagu hits dalam album ini antara lain Speed of Sound, Fix You, dan Talk. Pada bulan Februari 2006, Coldplay berhasil meraih penghargaan Best Album and Best Single pada ajang BRIT Awards.

Setelah sukses dengan album ketiga, Coldplay sibuk menyiapkan album keempat mereka yang diproduksi oleh Brian Eno dan dijadwalkan akan diluncurkan pada awal 2008.

Tidak hanya berfokus pada musik, Coldplay juga peduli pada masalah sosial dan politik, seperti kampanye Make Trade Fair dari Oxfam dan Amnesty International. Mereka juga sering tampil dalam berbagai acara kemanusiaan seperti Band Aid 20, Live 8, dan the Teenage Cancer Trust.

Pada September 2012, Coldplay berhasil memenangkan kategori Best Rock Video dalam ajang MTV Video Music Awards lewat lagu mereka yang berjudul Paradise. 

Selain itu, Coldplay juga masuk dalam dua nominasi lainnya yaitu Best Cinematography dan Best Direction melalui lagu duet mereka dengan Rihanna yang berjudul Princess of China. (*)



What's your reaction?

Comments

https://ngepop.id/assets/images/user-avatar-s.jpg

0 comment

Write the first comment for this!