Hukuman mati berlaku di Indonesia. Seperti apa?

Hukuman mati dijatuhkan oleh hakim Pengadilan Negeri Jakarta Selatan kepada Ferdy Sambo, terdakwa kasus tewasnya Nofriansyah Yosua Hutabarat atau Brigadir J. Ini berita yang lagi hangat sepanjang hari ini. Sebenarnya, apa itu hukuman mati? seperti apa hukuman mati di Indonesia? Berikut ini ngepop.id merangkumnya.

Ada beberapa jenis hukuman pidana di Indonesia, salah satunya hukuman mati. Gimana di negara lain? Beberapa negara juga menerapkannya. Sebut saja di antaranya Arab Saudi, Irak, AS, dan China.

Hukuman mati, menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) adalah hukuman yang dijalankan dengan membunuh, menembak, atau menggantung orang yang bersalah. 

Selanjutnya, apa yang mendasari hukuman mati? Mengutip CNN Indonesia, menurut Barda Nawawi, anggota Tim Penyusun KUHP, hukuman mati menjadi salah satu pilihan hukuman pidana di Indonesia karena merupakan ide untuk menghindari tuntutan atau reaksi masyarakat yang bersifat balas dendam atau extra-legal execution.

Pidana mati di Indonesia, diatur dalam  KUHP dituangkan dalam beberapa jenis tindak pidana, antara lain: Pasal 104 KUHP, Pasal 111 ayat 2 KUHP, Pasal 124 ayat 3 KUHP, Pasal 140 ayat 4 KUHP, Pasal 340 KUHP, Pasal 365 ayat 4 KUHP.

Sebagai informasi tambahan, selain hukuman mati, ada juga penjara, kurungan, dan hukuman berupa denda. Ada juga hukuman pencabutan beberapa hak yang tertentu, perampasan barang yang tertentu, dan pengumuman keputusan hakim.

Melansir Jurnal Lembaga Studi dan dan Advokasi Masyarakat (ELSAM), ada beberapa jenis atau kriteria kejahatan yang dapat diancam hukuman mati, sebagai berikut:

  1. Makar membunuh kepala negara
  2. Mengajak negara asing untuk menyerang Indonesia
  3. Memberikan pertolongan kepada musuh pada saat Indonesia dalam keadaan perang
  4. Membunuh kepala negara sahabat
  5. Pembunuhan yang direncanakan terlebih dahulu
  6. Pencurian dengan kekerasan yang mengakibatkan seseorang mengalami luka berat atau mati
  7. Pembajakan di laut, pesisir, pantai, sehingga mengakibatkan orang mati
  8. Menganjurkan huru-hara, pemberontakan, dan sebagainya antara pekerja dalam perusahaan pertahanan negara dalam waktu perang
  9. Menipu waktu menyampaikan keperluan angkatan perang
  10. Pemerasan dengan pemberatan.

Setelah mengetahui jenis atau kriteria kejahatan yang bisa diancam hukuman mati, kita perlu tahu ketentuannya berdasarkan Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) baru. 

1. Hakim menjatuhkan pidana mati dengan masa percobaan selama 10 tahun dengan memperhatikan:

  • rasa penyesalan terdakwa dan ada harapan untuk memperbaiki diri
  • peran terdakwa dalam tindak pidana

2. Pidana mati dengan masa percobaan harus dicantumkan dalam putusan pengadilan.

3. Tenggang waktu masa percobaan 10 tahun dimulai 1 hari setelah putusan pengadilan memperoleh kekuatan hukum tetap.

4. Jika terpidana selama masa percobaan menunjukkan sikap dan perbuatan yang terpuji, pidana mati dapat diubah menjadi pidana penjara seumur hidup dengan Keputusan Presiden setelah mendapat pertimbangan Mahkamah Agung.

5. Pidana penjara seumur hidup dihitung sejak Keputusan Presiden ditetapkan.

6. Jika terpidana selama masa percobaan tidak menunjukkan sikap dan perbuatan yang terpuji, serta tidak ada harapan untuk diperbaiki, pidana mati dapat dilaksanakan atas perintah Jaksa Agung.

Ngomongin soal hukuman mati, tidak lepas dari kontroversinya. Karena dinilai melanggar Hak Asasi Manusia (HAM) untuk hidup. Bahkan, hukuman mati dianggap sebagai pelanggaran HAM berat. 

Itulah sekelumit informasi mengenai hukuman mati di Indonesia. (*)

Keterangan foto utama: Ilustrasi hukuman mati. (Sumber: Shutterstock)

Artikel ini telah tayang dan bisa dibaca di sini



What's your reaction?

Comments

https://ngepop.id/assets/images/user-avatar-s.jpg

0 comment

Write the first comment for this!