Viral unggahan netizen mengaku belum menerima barang yang dibeli dari Tokopedia meski sudah mentransfer Rp28,7 juta

Tokopedia menjadi topik diskusi di halaman LinkedIn  terkait layanan jual beli online. Unggahan  pembeli Tokopedia Anita Feng menarik perhatian, karena dia mengaku tidak menerima produk yang dibelinya dan tidak sampai, padahal Tokopedia meneruskannya ke penjual. 

Produk pesanan Anita Feng adalah genting. Seorang pembeli bernama Anita Feng membayar Rp 7 juta untuk membeli 2.870 genting melalui platform Tokopedia. Pada 15 Februari 2023, Tokopedia mendapat notifikasi kiriman sudah diterima, meski Anita mengaku belum menerima kiriman. Dia kemudian mengajukan keluhan ke platform Tokopedia. Namun, sehari kemudian komplain tersebut tidak dijawab dan uang sudah ditransfer ke penjual yang ternyata adalah Merchant Tokopedia Power. Setelah kejadian ini,  etalase, ulasan, dan toko itu menghilang dari platform Tokopedia.

"Tanggapan Tokopedia Care sebagai customer service sangat lambat dan berbelit-belit, padahal akun kami adalah akun Diamond dan chat di priority line. Bayangkan kalau chat sebagai akun yang tidak memperoleh priority line tentunya akan jauh lebih late response dan tanpa solusi lagi. 

Yang menimpa kantor kami, dikemudian hari dapat menimpa yang lain,"  tulis unggahan tersebut, dikutip Selasa (21/2/2023). 

Tokopedia Akui Tidak Ada Kesalahan Sistem

Tokopedia mengaku tidak ada kesalahan sistem. tim terkait. Hal ini disampaikan Head of External Communications Tokopedia Ekhel Chandra Wijaya.

"Tokopedia tidak menemukan adanya kesalahan sistem. Status pembelian pun sudah dinyatakan selesai dan dana sudah dicairkan oleh penjual," ujar dia yang dikutip dari Kompas.com, Selasa (21/2/2023). 

Ia menambahkan, dana dibayarkan ke penjual karena pembeli tidak protes, sebelum batas waktu tentang pesanan. Namun, Ekhel mengungkapkan bahwa Tokopedia kini telah menonaktifkan toko terkait secara permanen. Ini karena perdagangan dianggap melanggar syarat dan ketentuan. 

"Selain adanya laporan dari pembeli, ada berbagai indikator untuk menilai penjual melanggar syarat dan ketentuan penggunaan platform Tokopedia," imbuh dia.

Beberapa penyebab toko dinonaktifkan di platform Tokopedia adalah toko mengarahkan pembeli untuk bertransaksi di luar Tokopedia, penyalahgunaan informasi pembeli, tanda-tanda penyalahgunaan dan  indikasi penipuan. Selain itu, toko dapat dinonaktifkan karena penjualan produk terlarang dan konten non-standar, tumpang tindih toko, dan transaksi terkait akun mencurigakan. Di sisi lain, Tokopedia mendorong pembeli untuk melaporkan kejadian tersebut ke polisi.

"Tokopedia juga akan bertindak kooperatif jika diperlukan proses penyelidikan lebih lanjut," kata Ekhel. (*)



Petualang digital yang hobi menikmati kopi nusantara. Pemain game FPS dan Moba yang terjerumus dalam dunia pencatatan sejarah.

What's your reaction?

Comments

https://ngepop.id/assets/images/user-avatar-s.jpg

0 comment

Write the first comment for this!