Hari Palang Merah Internasional menjadi fasilitator dan menginspirasi para aktivis kemanusiaan seluruh dunia.
Penanganan donor darah oleh komunutas palang merah. (Ilustrasi: heritageauctions/pinterest)

Hari berbahagia bagi kemanusiaan dan kesehatan internasional. Pada setiap 8 Mei akan dihormati dan diperingati sebagai Hari Palang Merah Internasional.

Penetapan Hari Palang Merah ini sangat lekat dengan sosok Henry Dunant. Bapak Palang Merah ini lahir pada 8 Mei 1828. 

Henry merupakan seorang aktivis pelopor gerakan kemanusiaan ini. Berangkat dari keprihatinan dan rasa empatinya menyaksikan dampak pertempuran Solferino (Italia).

Melansir Detik Sulsel dari IFRC (The International of Red Cross and Red Crescent), tema Hari Palang Merah dan Bulan Sabit Merah Sedunia 2023 adalah "Everything we do comes #fromthehearth" atau dimaknai dengan Semua yang kita lakukan akan datang #darihati.

Untuk mengisi dan memeriahkan momen kemanusiaan ini bisa dengan berbagai cara, seperti donor darah, memberikan edukasi pertolongan pertama, hingga mengumpulkan atau berdonasi untuk kemanusiaan.

Kiprah Panjang Palang Merah Dunia

Gerakan yang dikenal sebagai Palang Merah ini merupakan komunitas atau organisasi yang berkontribusi penuh pada kemanusiaan.

Mengutip dari PARI (Perhimpunan Radiografer Indonesia). Sejak diproklamirkan berdirinya federasi kemanusiaan tersebut, hingga saat ini sejumlah 188 negara tergabung di dalamnya. Serta juga komunitas nadional di setiap negara masing-masing.

Haru Palang Merah Internasional memiliki peran penting bagi kebangkitan dan kemajuan dari seluruh aktivitas di lingkup kemanusiaan.

Peringatannya juga sebagai bentuk penghargaan kepada para pejuang relawan dan staf yang merelakan dirinya guna menyelamatkan nyawa orang banyak.

Pada tahun 1859, Henry melakukan perjalanan ke Italia untuk mengajukan petisinya kepada Raja Napoleon III. Peraih Nobel Perdamaian. 

Semasa perjalanannya itu, ia menyaksikan kengerian dampak peperangan di Solferino. Nuraninya terpanggil untuk lebih memperhatikan penderitaan manusia kala perang tersebut berlangsung. 

Kemudian setelah ia kembali ke tanah kelahirannya, Swiss, Henry berinisiatif untuk mengorganisir massa dalam memberikan bantuan bagi para prajurit yang terluka tanpa diskriminasi.

Palang Merah International atau nama resminya Red Cross International diakui secara resmi dalam Konvensi Jenewa pertama pada 22 Agustus 1964.

Dalam perjanjian tersebut, telah ditandatangani oleh 12 negara. Mengangkat tema penanganan orang terluka dan sakit di medan perang.

Ia mengajak para relawan dan partisipan gerakan yang kemudian hari disebut Palang Merah ini, bersama merawat prajurit yang terluka dan sakit dari pihak non-partisan (netral).

Henry juga turut menyumbangkan ide lambang sebagai penanda tenaga medis atau penyedia obat medis.

Sebagai bentuk respek terhadap pemikiran dan perjuangan Henry, kemudian dipilih logo palang berwarna merah dengan latar putih. Lambang ini terlihat seperti kebalikan bendera negara Swiss. (*)

 

 

 

 

 



Orang biasa yang sedang biasa-biasa saja

What's your reaction?

Comments

https://ngepop.id/assets/images/user-avatar-s.jpg

0 comment

Write the first comment for this!