Mengetahui sekilas sejarah Cap Go Meh yang dirayakan setiap tahun.

Cap Go Meh dirayakan berbeda-beda tanggal setiap tahunnya. Acuannya pada kalender China. Waktunya berselisih setelah tahun baru Imlek. 

Jurnal Network For Astronomi School Education yang berjudul "Lontong Cap Go Meh a Celebration at The Night of Full Moon" menyebutkan, festival Cap Go Meh dirayakan pada bulan purnama pertama setelah tahun baru Imlek.

Kalau menilik asal kata, Cap Go Meh dalam dialek Hokkian berarti malam ke limabelas. Cap Go (ke lima belas) dan Meh (malam). Artinya, perayaan Cap Go Meh dilakukan pada hari ke-15 untuk menutup tahun baru Imlek.

Sejarah Cap Go Meh

Sejarah Cap Go Meh memiliki beragam versi. Masing-masing berdasarkan keyakinan, budaya dan tradisi di masing-masing daerah. Begitu dikutip dari Kikomunal Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual Kemenkumham.

Salah satu versi menyebut festival Cap Go Meh dirayakan sejak dinasti Xie Han (206SM-4 M) untuk menandakan berakhirnya tahun baru Imlek.

Versi lain menyebut festival Cap Go Meh dimulai pada dinasti Tung Han (25-220 M). Perayaannya untuk menghormati Sang Buddha Sakyamuni, yang dipercaya menampakkan diri pada hari ke-15 bulan pertama di Dataran Timur. 

Masih ada lagi versinya. Mengutip Detik.com, sejarah Cap Go Meh dimulai sejak dinasti Tung Zhou pada abad 770-256 SM. Diawali ketika para petani memasang lampion yang disebut Chau Tian Can untuk mengusir hama tanaman. 

Ilustrasi persiapan Cap Go Meh (Foto: pexels.com/Hong Son)

Identik dengan Barongsai dan Lampion

Barongsai menjadi tontonan yang umum dinikmati saat perayaan Cap Go Meh. Barongsai berupa tubuh manusia besar berkepala singa, yang melambangkan kebahagiaan dan kegembiraan. 

Selain Barongsai, perayaan Cap Go Meh identik dengan lampion. Warga melepas lampion ke udara. Menurut buku Perayaan Tionghoa di Indonesia yang ditulis Alex Cheung, Silvia Angelina, dan Wahyudi Pradana (2022), perayaan Cap Go Meh juga disebut sebagai Festival Lentera atau Festival Lampion yang menandai berakhirnya tahun baru.

Ada barongsari dan lampion. Ada pula penampilan budaya Tionghoa lainnya, seperti Wayang Potehi. Mengutip kumparan.com, tidak ada ritual khusus dari keluarga Tioghoa untuk menyambut Cap Go Meh. (*)

Sumber foto utama: diskominfo.kalbarprov.go.id



What's your reaction?

Comments

https://ngepop.id/assets/images/user-avatar-s.jpg

0 comment

Write the first comment for this!