Tiap negara di dunia memiliki perbedaan durasi puasa.
Ilustrasi durasi puasa negara-negara di dunia. (Foto: Shutterstock/SewCream)

Ramadan tinggal menghitung hari. Umat Muslim di seluruh dunia siap menyambut bulan puasa.

Perlu diketahui, meski beribadah puasa di bulan yang sama, tidak semua orang menjalankan puasa dengan durasi yang sama.

Perbedaan terjadi karena pengaruh kondisi geografi. Setiap negara memiliki durasi waktu berbeda-beda dalam menjalankan satu hari puasa.

Berikut durasi puasa beberapa negara di berbagai benua.

Puasa di Benua Asia

Indonesia 

Karena letaknya di daerah khatulistiwa, durasi berpuasa di Indonesia terbilang tidak terlalu lama. Jarak usai sahur (waktu subuh) dan berbuka (waktu Maghrib) yakni berkisar 13-14 jam saja.

Arab Saudi dan Jazirah Arab

Di tanah suci, waktu Ramadan biasanya jatuh di musim panas di mana durasi puasa dalam sehari antara 13-15 jam. Sementara di jazirah Arab seperti Uni Emirat Arab, Kuwait, Bahrain dan Qatar, durasi puasa rata-rata 15 jam per hari.

China

Karena letak geografisnya, durasi puasa per hari di China lebih panjang dari Indonesia. Rata-rata lama waktu berpuasa di Negeri Tirai Bambu ini sekitar 16-17 jam per hari.

Jepang

Durasi puasa di Jepang biasanya ditentukan dengan musim di mana bulan suci jatuh. Saat musim panas, waktu puasa bisa lebih dari 19 jam per hari. Sementara saat musim dingin, durasi puasa jauh lebih singkat.

Puasa di Benua Australia dan Oseania

Australia

Durasi puasa di Australia biasanya bergantung dengan musim yang bertepatan. Saat musim dingin, umat Muslim di Australia bisa berpuasa hanya 9 jam sehari. Namun durasi tersebut akan lebih lama di musim panas.

Selandia Baru

Sama dengan Australia, durasi puasa di Selandia Baru tergantung musim yang ada. Saat musim panas, durasinya bisa mencapai 16 jam per hari. Tapi di musim dingin, rata-rata durasi puasa adalah 11 jam.

Puasa di Benua Amerika 

Amerika Serikat

Di Negeri Paman Sam, durasi berpuasa rata-rata adalah 15 jam. Waktu fajar biasanya jatuh pada pukul 5 pagi, sementara waktu berbuka sekira pukul 8 malam.

Amerika Latin

Untuk negara Amerika Latin seperti Brasil dan Argentina, waktu puasa terbilang pendek yaitu 9-10 jam saja per hari.

Puasa di Benua Afrika

Afrika Selatan

Di Afrika Selatan, durasi berpuasa juga terbilang lebih pendek dari Indonesia, yakni kurang lebih 11 jam per hari.

Puasa di Benua Eropa

Negara di Eropa memiliki empat musim, dan durasi puasa saat Ramadan adalah tergantung musim yang berlaku. Waktu terpendek tentu adalah saat musim panas yakni sekitar 11 jam, namun untuk musim dingin puasa akan jauh lebih lama.

Selain itu, ada negara-negara tertentu yang memiliki durasi waktu puasa unik, yakni

Finlandia

Karena letaknya di lingkaran Arktik, puasa di Finlandia bisa sangat panjang. Negara ini diliputi kegelapan total saat musim dingin, namun selalu terang di musim panas. Akibatnya puasa di Finlandia bisa mencapai 23 jam per hari saat musim panas.

Irlandia

Dengan letaknya di bagian utara Eropa, puasa di Irlandia pun relatif panjang, bisa mencapai 18-20 jam per hari. 

Norwegia

Sama dengan negara lain di Eropa utara, Norwegia pun memiliki durasi puasa yang unik. Saat musim dingin di mana matahari hanya bersinar sebentar, durasi puasa hanya 8-9 jam saja. Namun saat musim panas, puasa bisa sangat panjang mencapai lebih dari 20 jam per hari. (*)

Artikel ini telah tayang di TIMES Indonesia dengan judul: Sambut Ramadan 2023, Yuk Simak Perbedaan Durasi Puasa di Dunia

 



What's your reaction?

Comments

https://ngepop.id/assets/images/user-avatar-s.jpg

0 comment

Write the first comment for this!