Penggunaan media sosial menimbulkan dampak positif dan negatif bagi anak dan remaja.
Ilustrasi dampak media sosial bagi anak. (Foto: Shutterstock via kompas.com)

Psikolog Endang Retno Wardhani, MBA., PhD., CHt., dari Asosiasi Psikologi Positif Indonesia, memberikan penjelasan tentang dampak positif dan negatif yang muncul akibat penggunaan media sosial di kalangan mereka.

Dalam sebuah wawancara dengan ANTARA, Endang Retno Wardhani menjelaskan bahwa penggunaan media sosial memiliki dampak yang beragam. Pada anak-anak, seiring dengan pertambahan usia dan perkembangan kognitif mereka, mereka juga mengalami perkembangan dalam pemikiran kognitifnya.

"Dalam usia dini, anak-anak lebih mudah memahami hal-hal yang konkret, praktis, dan belum terlalu kompleks," ungkap perempuan yang akrab disapa Dhani itu.

Anak-anak cenderung meniru perilaku orang-orang terdekat dalam menjalankan kegiatan tertentu, termasuk orang tua. Di era media sosial ini, kebanyakan orang dewasa berinteraksi dengan media sosial kapan saja dan di mana saja. Oleh karena itu, tidak jarang anak-anak dapat dengan mudah mengakses konten media sosial karena mereka meniru orang tua atau orang dewasa di sekitarnya.

Jika penggunaan media sosial diawasi oleh orang dewasa, anak-anak akan lebih mudah mendapatkan informasi positif melalui media sosial. Sebagai contoh, film atau animasi yang banyak ditemukan di media sosial bisa memberikan nilai positif kepada anak-anak karena pesan yang terkandung di dalamnya.

Namun, jika akses media sosial tidak digunakan dengan bijak, anak-anak dapat terpengaruh oleh informasi negatif yang ada di dalamnya. Misalnya, mereka meniru adegan berbahaya dari konten media sosial yang mereka temui. Anak-anak pada umumnya masih kesulitan dalam memahami apa yang benar dan salah dalam konten media sosial.

Meskipun sebagian besar platform media sosial ditujukan untuk anak usia 13 tahun ke atas, masih banyak anak-anak di bawah usia tersebut yang memiliki akun media sosial sendiri atau mengakses konten media sosial melalui akun orang tua mereka. Oleh karena itu, pendampingan orang dewasa terhadap anak sangat penting agar informasi yang mereka peroleh dari media sosial dapat tersaring dengan baik.

Tips Bijak Bermedsos untuk Orang Tua dan Anak

Dhani menjelaskan bahwa pengalaman sehari-hari akan membentuk pertumbuhan anak. Kebiasaan yang terbentuk sejak kecil cenderung berlanjut hingga dewasa.

Jika anak sejak kecil tidak dibatasi dalam penggunaan media sosial, mereka akan terbiasa dengan pola penggunaan yang tidak terbatas. Oleh karena itu, orang tua perlu menyesuaikan waktu penggunaan media sosial anak dengan bijak.

Dhani menyarankan agar orang tua membuat jadwal khusus untuk anak, yang menunjukkan kapan mereka diperbolehkan menggunakan media sosial. Jadwal harian tersebut dapat dibuat secara kreatif, misalnya dengan menggunakan gambar, agar anak lebih mudah memahami aturan jadwal tersebut.

"Buatlah pembatasan, misalnya dengan menggunakan gambar ponsel yang diletakkan pada waktu tertentu, seperti sore hari," saran Dhani.

Selain jadwal harian, orang tua juga dapat berdialog langsung dengan anak mengenai waktu penggunaan media sosial mereka. Dengan begitu, anak akan lebih memahami dan diharapkan patuh terhadap jadwal yang telah ditetapkan. Jangan lupa untuk mendampingi dan mengawasi anak saat mereka menggunakan media sosial agar mereka tidak mengakses konten yang negatif.

Menentukan Usia Ideal Anak Menggunakan Media Sosial

Usia ideal anak untuk menggunakan media sosial tergantung pada konten yang sesuai dengan perkembangan mereka. Semakin tua anak, semakin besar pemahaman mereka dalam perkembangan kognitif.

Oleh karena itu, pemahaman anak terhadap konten media sosial menjadi salah satu faktor penentu apakah mereka sudah siap mengaksesnya atau belum. Orang tua dapat melakukan pengaturan privasi untuk melindungi anak dari konten yang berpotensi negatif.

Saat ini, media sosial juga sering dimanfaatkan dalam dunia pendidikan untuk membantu proses pembelajaran anak-anak dan remaja. Oleh karena itu, selain mendampingi anak-anak dalam menggunakan media sosial, guru dan pendidik juga memiliki peran penting di dalamnya.

Guru dapat mengedukasi cara bijak menggunakan media sosial, termasuk menginformasikan apa yang boleh dan tidak boleh diakses dari media sosial. Mereka juga dapat memberikan tugas yang terkait dengan media sosial sehingga anak-anak dapat belajar langsung dalam lingkungan media sosial.

"Anak-anak dan remaja diharapkan belajar untuk memilih apa yang dibutuhkan dan apa yang tidak dibutuhkan," jelas Dhani.

Dalam menghadapi dampak media sosial, penting bagi orang tua dan anak untuk menggunakan media sosial dengan bijak dan bertanggung jawab. Dengan memahami dan mengatur penggunaan media sosial, kita dapat melindungi anak-anak dan remaja dari dampak negatif serta memaksimalkan manfaat positif yang bisa didapatkan melalui media sosial. (*)

*Artikel ini telah tayang di Antara



What's your reaction?

Comments

https://ngepop.id/assets/images/user-avatar-s.jpg

0 comment

Write the first comment for this!