Sejarah Hari Palang Merah Indonesia atau Hari PMI patut diketahui.

Tepat hari ini, Sabtu, 17 September 2022 PMI (Palang Merah Indonesia) telah berumur 77 tahun. Organisasi perhimpunan nasional di Indonesia yang fokus dalam bidang sosial kemanusiaan ini dibentuk pada 17 September 1945.

Berjalannya kegiatan kepalangmerahan sesuai dengan Konvensi Jenewa pada tahun 1949, dengan tujuan mencegah, meringankan penderitaan, melindungi korban tawanan perang dan bencana, tanpa membedakan agama, bangsa, suku bangsa, warna kulit, jenis kelamin, golongan, dan pandangan politik. Serta menjunjung tinggi tujuh prinsip dasar Gerakan Palang Merah dan Bulan Sabit Merah, yaitu: Kemanusiaan, Kesamaan, Kenetralan, Kemandirian, Kesukarelaan, Kesatuan, dan Kesemestaan.

Pelayanan yang dilaksanakan oleh PMI sesuai amanat yang tertuang pada UU No.1 Tahun 2018 tentang Kepalangmerahan. Dilansir dari pmi.or.id bahwa PMI tercatat data per-Februari 2019, PMI telah berdiri di 34 Provinsi, 474 kabupaten/kota, 3.406 kecamatan dan mempunyai hampir 1,5 juta sukarelawan yang siap melakukan pelayanan.

Adapun tugas-tugas PMI sebagai berikut:

  • Memberikan bantuan kepada korban konflik bersenjata, kerusuhan dan lainnya;
  • Memberikan pelayanan darah sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan;
  • Melakukan pembinaan relawan;
  • Melaksanakan pendidikan dan pelatihan yang berkaitan dengan Kepalangmerahan;
  • Menyebarluaskan informasi yang berkaitan dengan kegiatan Kepalangmerahan;
  • Membantu dalam penanganan musibah dan/atau bencana di dalam dan di luar negeri;
  • Membantu pemberian pelayanan kesehatan dan sosial; dan
  • Melaksanakan tugas kemanusiaan lainnya yang diberikan oleh pemerintah.

Sejarah Berdirinya PMI

Sejarah Berdirinya PMI Potret markas besar Palang Merah Indonesia tahun 1945 (Sumber: pmi.or.id)

Palang Merah di Indonesia atau PMI sudah ada sejak zaman kependudukan Belanda. Kala itu pada 21 Oktober 1873 pemerintah kolonial mendirikan Palang Merah dengan nama Netherlands Rode Kruis Afdeling Indie (Nerkai). Namun saat masa kependudukan Jepang organisasi ini dibubarkan.

Perjuangan bangsa Indonesia sendiri dalam mendirikan Palang Merah pertama kali pada tahun 1933. Diinisiasi oleh Dr. RCL Senduk dan Dr. Bahder Djohan. Usaha ini dapat apresiasi bagus dari masyarakat, terutama kaum terpelajar.

Berangkat dari itu para penggerak kemudian berusaha keras untuk mendirikan Palang Merah milik pribumi. Sempat dibawakan rencana ini pada konferensi Nerkai pada tahun 1940, walaupun akhirnya ditolak mentah-mentah. Tak menyerah begitu saja, ketika masa pendudukan Jepang diajukan kembali rencana ini, lagi-lagi mengalami kegagalan.

Pada tujuh belas hari setelah proklamasi kemerdekaan ada angin segar. Presiden Soekarno mengeluarkan perintah untuk membentuk Badan Palang Merah Nasional. Segera setelah perintah mendengar perintah tersebut Dr. Buntaran selaku Menteri Kesehatan RI Kabinet I membentuk sebuah panitia yang terdiri dari 5 orang, diantaranya: dr. Bahder Djohan (penulis), dr. Djuhana; dr. Marzuki; dr. Sitanala (anggota).

Momen yang ditunggu-tunggu pun akhirnya tiba, pada 17 September 1945 perhimpunan Palang Merah Indonesia telah sah berdiri dengan diketuai oleh Drs. Moh. Hatta. Karena di dalam satu negara hanya boleh ada satu perhimpunan nasional, maka Nerkai secara resmi dibubarkan, tepatnya pada 16 Januari 1950. Pihak PMI diwakili oleh dr. Bahder Djohan sedangkan Nerkai oleh dr. B. Van Trich.

Kegiatan awal dari PMI adalah menolong para korban perang revolusi kemerdekaan Republik Indonesia dan pengembalian tawanan perang, baik dari pihak sekutu maupun Jepang. Dari kinerja apik pada 15 Juni 1950 PMI mendapat pengakuan dari Komite Palang Merah Internasional (ICRC). Selanjutnya PMI dicatat sebagai anggota Perhimpunan Nasional ke-68 oleh Federasi Internasional Perhimpunan Palang Merah (IFRC) pada Oktober 1950 keberadaan PMI diakui oleh pemerintah Indonesia pada 16 Januari 1950 melalui Keppres RIS tahun 1950 dan Keppres RI No. 246 tahun 1963.

Tugas-tugas yang diemban PMI sesuai Keputusan Presiden (Keppres) tersebut untuk memberikan bantuan pertama pada korban bencana alam dan korban perang sesuai dengan isi Konvensi Jenewa tahun 1949. Itulah sekilas sejarah berdirinya Palang Merah Indonesia atau PMI. (*)

Sumber Foto: Bogorkab.go.id



Orang biasa yang sedang biasa-biasa saja

What's your reaction?

Comments

https://ngepop.id/assets/images/user-avatar-s.jpg

0 comment

Write the first comment for this!