”Film nasional lahir di masa-masa perjuangan mempertahankan kemerdekaan. Kelahirannya juga sebuah momen bersejarah” – Presiden Joko Widodo
Ilustrasi FIlm (Foto: Pinterest)

Pada hari ini, perfilman Indonesia tengah merayakan hari lahirnya. Hari Film Nasional (HFN) yang diperingati setiap tanggal 30 Maret,  saat ini kiprah dunia perfilman Indonesia sudah melewati tujuh dekade, tepatnya berumur 72 tahun. Wow! Sudah sangat lama ya.

Melansir dari kemdikbud.go.id, HFN ditetapkan melalui Keputusan Presiden (Keppres) Republik Indonesia, Presiden B.J. Habibie, 29 Maret Nomor 25 Tahun 1999. Yang mana hasil dari Keppres tersebut adalah diperingatinya Hari Film Nasional setiap 30 Maret.

Ada yang menarik dalam 'perayaan' hari film tahun ini. Sebuah kartu ucapan digital kembali terlihat pada instagram official Presiden Joko Widodo. Setiap kali ada Hari Besar Nasional (HBN). pakde Jokowi tak pernah absen dengan kartu ucapan digitalnya.

Serial kali ini bertemakan Hari Film Nasional dengan latar bioskop, banyak hal unik dan menarik yang seru untuk disimak.

Mulai dari plesetan judul film pada kaos yang dipakai oleh penonton. Seperti ‘Pengadi Sedan’, ‘Caper’, dan ‘Ada Apa dengan Cilukba’. Selain itu juga tampak bentuk satir lainnya, seperti seseorang dengan santainya sedang memakan steak daging.

Suasana dalam kartu ucapan tersebut digambarkan bahwa sedang menanyangkan film bergenre horror. Pemilihan suasana ini mengingatkan kita bahwa kualitas dan kuantitas film bergenre horror sedang ramai di setiap kesempatan.

Tampak dari sebagian ekspresi penonton, hingga ‘mbak kunti’ ikut menonton filmnya sendiri. Yang paling absurd adalah terdapat sekumpulan kucing di bangku paling belakang, dan seekor angsa.

Pemilihan suasana ini mengingatkan kita bahwa kualitas dan kuantitas film bergenre horror sedang ramai di setiap kesempatan.

Yang paling absurd adalah terdapat sekumpulan kucing di bangku paling belakang, dan seekor angsa.

Tak lupa, RI-1, memberikan pesan dan semangatnya kepada generasi saat ini pada caption unggahan di akunnya tersebut.

“Film nasional lahir di masa-masa perjuangan mempertahankan kemerdekaan. Kelahirannya juga sebuah momen bersejarah. Di dalamnya ada elan perjuangan yang menyala-nyala untuk bekarya seraya menumbuhkan heroism anak bangsa. Dengan semangat itulah, film nasional kita melangkah maju sesuai kehendak zaman,” tulis di caption.



Orang biasa yang sedang biasa-biasa saja

What's your reaction?

Comments

https://ngepop.id/assets/images/user-avatar-s.jpg

0 comment

Write the first comment for this!