Pemberlakuan kebijakan pembatasan akses pinjol ini mulai aktif pada 31 Mei 2023 mendatang.
Platform PlayStore milik Google (Foto: Pinterest)

Zaman serba digital, aktivitas manusia kian dipermudah dan dimanjakan oleh beragam produk kemajuan teknologi. Seperti halnya belanja, kini tak lagi perlu mendatangi tokonya, cukup dengan menggerakkan jari-jemari akan segera diantar sampai tempat tujuan.

Dari sekian banyak kemudahan, ternyata memiliki dampak buruk. Terkadang, ketika kita ingin membeli sesuatu namun tidak memiliki uang yang cukup, hingga munculah jasa pinjaman online (pinjol).

Saat ini, telah banyak tumbuh subur aplikasi pinjol dengan beragam jenis. Sayangnya, dari sekian banyaknya aplikasi pinjol, tak semua mengantongi linsesi dari Otoritas Jasa keuangan (OJK).

Dengan begitu, banyak masyarakat yang terjebak pada pinjol illegal. Bukannya mempermudah, pinjol malah menjadi momok yang menakutkan bagi para debitur maupun calon debitur.

Pada umumnya, pihak peminjam (pinjol) akan meminta verivikasi data berupa akses ke kontak handphone pengguna (debitur) sebelum meminjamkan uangnya dalam jumlah tertentu. Transaksi ini seringkali digunakan oleh mereka yang butuh mendapatkan kucuran dana segar dengan cepat.

Berujung pada pembengkakan akhir sehingga peminjam mengalami kendala, bahkan tak bisa membayar sesuai kesepakatan dan batas waktu. Banyak dari peminjam yang tak menyangka jumlah bunga besar yang harus ia bayarkan selain uang pinjaman yang diperoleh.

Peringatan demi peringatan terus menghantui, tak jarang hal ini berisikan ungkapan mengancam dan pelecehan. Tidak hanya bagi peminjam, kerabat dan keluarga mendapat ultimatum semacam itu. Tujuannya supaya peminjam merasa malu dan segera melunasi hutangnya tersebut.

Alih-alih lunas, tak jarang mereka yang stress hingga kemudian mengakhiri hidupnya karena tak kuat menahan tekanan yang diterima.

Berangkat dari inilah Google mengeluarkan kebijakan baru, yang ditujukan pada semua aplikasi pinjol. Yang mana berisikan pembatasan dan larangan untuk mengakses atau apapun itu yang mengambil data pribadi pengguna. Pemberlakuan aturan Google ini dimulai pada 31 Mei 2023 mendatang.

Data pengguna yang dimaksud berupa foto diri, video, dan kontak yang ada pada pengguna. Seperti yang telah dikonfirmasi oleh pihak Google.

“Aplikasi yang memberi pinjaman pribadi atau punya tujuan memberi pinjaman ke penggunanya dilarang mengakses data sensitif seperti kontak dan foto,” kata Google dalam updatenya, Jumat (7/4/2023).

Mengutip dari Engadget, Google telah melarang aplikasi pinjol untuk mengakses daftar kontak penggunanya. Selain itu juga tidak dapat mengakses foto, video, baik yang tersimpan di memori internal maupun eksternal.

Merespons dari keluhan para pengguna terkait permasalahan yang terjadi pada kebanyakan aplikasi pinjol, banyak kebijakan yang diperuntukkan kepada aplikasi pinjol oleh Google, dalam kurun waktu satu tahun ini. DIantara laporan yang banyak diterima datang dari negara-negara seperti India, Pakistan, Kenya, Filipina, dan Indonesia.

Ketetapan yang akan berlaku di kemudian hari ini, Google mencoba untuk memberikan rasa aman dan nyaman bagi mereka yang membutuhkan (dana darurat). Para kreditur diwajibkan untuk mampu melampirkan bukti persetujuan dokumen dari lembaga pengawas keuangan pemerintah negara setempat, berharap dapat mengawasi jalan operasional pinjol tersebut.

Jika tidak memnuhi dan terbukti melanggar, aplikasinya akan segera diblokir oleh pihak Google. Di negara asal ‘Search Engine’ ini, yakni Amerika Serikat, aplikasi pinjol sendiri sudah dilarang dan masuk dalam daftar aplikasi illegal dengan tingkat persentase tahunan sebesar 36 persen, pada tahun 2019.

Menanggapi fenomena itu, pemerintah Pakistan segera bergerak cepat dengan hanya mengizinkan untuk operasional satu aplikasi pinjaman online di Play Store. (*)



Orang biasa yang sedang biasa-biasa saja

What's your reaction?

Comments

https://ngepop.id/assets/images/user-avatar-s.jpg

0 comment

Write the first comment for this!