Anak memerlukan sentuhan kasih sayang orang tua lewat pelukan dan ciuman.
Ilustrasi orang tau memeluk anak. (Foto: Unsplash)

Generasi Emas 2045 adalah generasi muda Indonesia yang diharapkan menjadi pionir dalam membangun masa depan yang lebih baik. Namun, untuk mencapai potensi penuhnya, generasi ini perlu mendapatkan sentuhan fisik dan kasih sayang dari orang tua mereka. Melansir Antara, sebuah kisah seorang guru di sebuah sekolah menengah tingkat atas di desa mengungkapkan perbedaan budaya dalam memberikan ciuman dan pelukan kepada anak-anak mereka.

Ketika seorang guru bertanya kepada murid-muridnya kapan terakhir kali mereka merasakan dipeluk dan dicium oleh orang tua mereka, jawaban awalnya mengejutkan. Tidak ada satu pun anak yang mengacungkan tangan. Para murid terlihat bingung dengan pertanyaan tersebut, dan sebagian besar merasa aneh. Namun, saat guru meminta beberapa murid untuk bercerita, terungkap perbedaan besar dalam budaya keluarga dan sentuhan fisik di lingkungan mereka.

Seorang murid menjawab bahwa dia tidak pernah dicium atau dipeluk oleh orang tuanya. Yang lain mengatakan bahwa mereka terakhir kali merasakan ciuman saat masih anak-anak, mungkin saat mereka masih TK. Hanya seorang murid yang menyatakan bahwa dia dicium oleh ibunya sebulan yang lalu.

Perbedaan dalam cara orang tua memberikan sentuhan fisik kepada anak-anak mereka ternyata dipengaruhi oleh lingkungan sosial tempat mereka tumbuh. Di desa, terutama dalam budaya tertentu seperti di Madura, memeluk dan mencium anak yang sudah besar sering dianggap sebagai "pantangan." Bahkan lebih, ciuman dan pelukan yang diberikan oleh ayah kepada anak perempuan atau ibu kepada anak laki-laki dianggap tidak pantas.

Di perkotaan, interaksi fisik seperti cipika-cipiki menjadi umum, tetapi di desa, perilaku semacam itu menimbulkan rasa risih. Hal ini juga dipengaruhi oleh tingkat pendidikan orang tua, di mana mereka yang hanya lulus SMP cenderung kurang informasi mengenai manfaat memberikan ciuman dan pelukan kepada anak mereka.

Para guru yang memahami pentingnya ciuman dan pelukan dalam perkembangan anak-anak sering kali memberikan sentuhan fisik kepada anak-anak mereka, bahkan saat mereka sudah dewasa. Ini membantu anak-anak merasa diterima dan dihargai, yang pada gilirannya berdampak positif pada prestasi mereka di sekolah.

Dari segi psikologis, pelukan dan ciuman dari orang tua membantu anak merasa damai dan membangun rasa percaya diri. Anak-anak yang kurang mendapatkan sentuhan fisik dari orang tua mereka cenderung mengalami ketidaknyamanan dan kurangnya rasa diterima oleh keluarga mereka.

Pentingnya sentuhan fisik dari orang tua juga berkaitan dengan kesehatan. Anak-anak yang tumbuh dalam lingkungan dengan sentuhan fisik yang baik cenderung memiliki kekebalan tubuh yang lebih baik.

Dalam aspek sosial, anak-anak yang mendapatkan pelukan dan ciuman dari orang tua mereka akan lebih mudah beradaptasi di lingkungan sosial mereka. Mereka menjadi pribadi yang menyenangkan dan mampu berinteraksi dengan baik.

Peran guru dalam hal ini sangat penting. Meskipun tidak tugas langsung mereka untuk mengubah budaya keluarga, guru dapat memberikan pemahaman kepada murid tentang pentingnya akrab dengan orang tua dan sentuhan fisik.

Guru dapat memberikan tugas kepada murid untuk meminta maaf kepada orang tua sambil mencium tangan dan melanjutkannya dengan pelukan dan ciuman. Melalui inisiatif ini, orang tua dapat terbiasa dengan interaksi fisik positif dengan anak mereka.



What's your reaction?

Comments

https://ngepop.id/assets/images/user-avatar-s.jpg

0 comment

Write the first comment for this!