Remaja perlu tahu pentingnya membaca label pangan.
Ilustrasi membaca label pangan (Foto: Ryan McVay/Thinkstock)

Hai, anak muda! Kamu tahu enggak sih, pentingnya membaca label pada kemasan makanan dan minuman? Nah, pakar gizi dari Kementerian Kesehatan menilai bahwa ini merupakan hal yang perlu dilakukan oleh kita, para remaja, demi menjaga kesehatan kita. Jadi, ayo kita bahas tentang pentingnya membaca label pangan ini!

Nah, gimana sih sebenernya fungsinya label pangan ini? Label pangan itu seperti media informasi yang ada di kemasan makanan dan minuman. Di dalamnya, kita bisa menemukan berbagai informasi yang jelas dan benar tentang apa yang ada di dalam produk tersebut. Informasi-informasi itu bisa berupa asal, keamanan, mutu, kandungan gizi, dan keterangan lain yang kita butuhin.

Melansir Antara, menurut Ika Purnamasari, seorang ahli gizi dari Kementerian Kesehatan, membaca label pangan olahan itu penting banget, lho! Ini bisa mempengaruhi keputusan kita sebelum membeli dan mengonsumsi makanan olahan tersebut. Jadi, dengan membaca label pangan, kita bisa lebih tahu apa aja yang kita makan dan minum.

Nah, baru-baru ini Kementerian Kesehatan dan GAIN Indonesia mengadakan acara seru namanya Kompetisi Ide Remaja "Youth Nutritiative". Acaranya berlangsung pada 21-23 Mei lalu, dan tujuannya adalah untuk memberikan kesempatan buat kita, para remaja, untuk berperan aktif dalam meningkatkan gizi kita. Pastinya seru banget kan!

Selama acara itu berlangsung, ada juga komunitas remaja yang namanya Health Heroes Facilitator (HHF). Mereka ini dibentuk oleh GAIN Indonesia dan RISE Foundation untuk meningkatkan literasi gizi kita. Mereka melatih 150 remaja dari berbagai wilayah di Indonesia untuk membiasakan diri membaca label pada makanan dan minuman yang dijual di pasaran. Aksi ini juga mendorong adanya kebijakan dari pihak-pihak yang bertanggung jawab untuk menyediakan makanan yang lebih sehat dengan kandungan gula, garam, dan lemak (GGL) yang lebih rendah.

Ternyata, lho, kita, para remaja di Indonesia, mengalami beban gizi ganda. Artinya, ada remaja yang mengalami kelebihan gizi dan ada juga yang mengalami kekurangan gizi, termasuk defisiensi mikronutrien. Data Riskesdas 2018 menunjukkan bahwa ada sekitar 6,8 persen remaja usia 13-18 tahun yang kurus, 32 persen remaja usia 15-24 tahun yang mengalami anemia, dan sekitar 16 persen remaja usia 13-15 tahun serta 13,5 persen remaja usia 16-18 tahun yang mengalami masalah berat badan lebih dan obesitas.

Salah satu faktor penyebab terjadinya masalah berat badan berlebih dan obesitas ini adalah pola makan yang buruk di kalangan remaja. Kebiasaan memilih makanan yang sehat masih rendah di kalangan kita, remaja. Termasuk juga kebiasaan membaca label pangan untuk mendapatkan informasi tentang gizi dan memilih makanan kemasan yang lebih bergizi.

Menurut data dari Survey Konsumsi Makanan Individu (SKMI) 2014, prevalensi konsumsi gula, garam, dan lemak di Indonesia masih di atas batas anjuran yang ditetapkan oleh Peraturan Menteri Kesehatan No. 30/2013. Dalam survei itu, ditemukan bahwa 5 dari 100 orang Indonesia mengonsumsi gula lebih dari 50 gram per hari, 53 dari 100 orang mengonsumsi garam lebih dari 2.000 miligram per hari, dan 27 dari 100 orang mengonsumsi lemak lebih dari 67 gram per hari.

Jadi, penting banget, nih, buat kita, para remaja, untuk membiasakan diri membaca label pada makanan dan minuman yang kita konsumsi. Dengan membaca label, kita bisa lebih tahu apa yang kita makan dan minum, sehingga kita bisa memilih makanan yang lebih sehat dan bergizi. Yuk, jaga kesehatan kita dengan membaca label pangan! (*)

 



What's your reaction?

Comments

https://ngepop.id/assets/images/user-avatar-s.jpg

0 comment

Write the first comment for this!