Jika fitnes atau angkat beban terlalu berat bagimu. Mulailah berolahraga dengan jalan kaki.
Potret kerumunan pejalan kaki di Tokyo, Jepang. (Foto: aladyinlondon)

Jalan kaki merupakan kegiatan yang tampak biasa saja. Namun, tak banyak yang menyangka jika tersimpan manfaat luar biasa dari aktivitas harian ini.

Jalan kaki bisa dilakukan siapa, di mana, dan kapan pun. Olahraga kardio ini sangat mudah dilakukan, dan tak memerlukan biaya sepeser pun.

Mengutip pendapat penelitian dari Stanford University yang dilakukan pada 2017 lalu, tentang seberapa sering warga di suatu negara berjalan kaki. Didapati Hongkong sebagai negara dengan rata-rata penduduknya berjalan kaki tertinggi, sebanyak 6880 langkah per hari.

Lalu, hasil penelitian ini juga menunjukkan rata-rata terendah peduduk suatu negara berjalan kaki. Di urutan pertama tersemat Indonesia, hanya sebanyak 3513 langkah per hari.

Padahal, hanya dengan berjalan kaki saja bisa menurunkan berat badan. Di titik tertentu, olahraga kardio dengan berjalan lebih efektif daripada berlari.

Melansir kemnekes.go.id, bahkan dengan berjalan dapat memperbaiki perasaan buruk yang melanda.

Manfaat Berjalan Kaki

Seringkali kita membutuhkan sebuah motivasi untuk menjadi lebih baik. Sama halnya untuk mulai merutinkan olahraga kardio satu ini. Meski terbilang remeh, untuk rutin melakukannya secara konsisten memerlukan motivasi.

Melansir halodoc, dengan meluangkan waktu sekitar 30 menit perhari untuk berjalan kaki, dapat meningkatkan kesehatan.

Mungkin dengan memahami manfaat berjalan kaki, lebih mudah membuatmu mengeksekusinya. Berikut manfaat berjalan kaki dari pelbagai sumber.

1. Memperkuat Daya Tahan Tubuh dan Fisik

Rutin berjalan kaki setiap hari bisa memperkuat fisik tubuh. Olahraga ini bisa meningkatkan kekuatan otot paha, betis, hingga seluruh bagian kaki. Lebih baik lagi jika mencoba juga berjalan, pada area yang menanjak dan menurun.

Dilakukan secara rutin dan berungkali, berjalan kaki mampu meningkatkan kekuatan otot kaki. Selain memperkuat otot, berjalan kaki secara teratur bisa meningkatkan mobilitas sendi. Mencegah menurunnya masa tulang, bahkan juga mengurangi risiko keretakan.

Arthritis Foundation, organisasi nirlaba terbesar yang didedikasikan untuk pencegahan, pengendalian, dan penyembuhan penyebab utama kecacatan di Amerika, menyarankan berjalan setiap hari sedikitnya 30 menit per hari. ntuk mengurangi sakit pada sendi, juga kaku dan peradangan.

Untuk metabolisme kalsium, bergerak badan diperlukan juga, selain butuh paparan cahaya matahari pagi. Tak cukup ekstra kalsium dan vitamin D saja untuk mencegah atau memperlambat proses osteoporosis. Tubuh juga membutuhkan gerak badan dan memerlukan waktu setidaknya melakukan gerak badan sejak dini, dan cukup mengonsumsi kalsium. Bahkan, diperkirakan sampai usia 70 tahun terbebas dari ancaman pengeroposan tulang.

2. Menurunkan Berat Badan

Berjalan kaki secara rutin dapat membantu dalam pembakaran kalori tubuh. Dengan begitu berat bedan badan lebih terkontrol.

Jika jalan kaki diniatkan untuk membakar kalori, perlu memperhatikan beberapa langkah berikut.

Pertama, jarak, semakin jauh jarak dan semakin tinggi intensitas atau langkah saat berjalan, semakin tinggi pula pembakaran kalori dan lemak tubuh.

Kedua, kecepatan, jika saat berjalan kaki sehari-hari kita lebih lambat atau terkesan santai, dalam rangka membakar kalori dilakukan secara sedang. Tidak cepat atau tidak lambat.

Ketiga, lokasi, supaya lebih cepat berkeringat dan berasa pembakarannya,  lakukan di daerah yang memiliki tanjakan. Atau bisa melakukannya di anak tangga.

Membiasakan berjalan kaki secara rutin, laju metabolisme tubuh juga meningkat. Selain sejumlah kalori terbuang oleh aktivitas berjalan kaki, kelebihan kalori juga akan terbakar oleh meningkatnya metabolisme tubuh, sehingga kenaikan berat badan bisa dicegah.

3. Terhindar dari Penyakit Kronis

Melansir kemenkes.go.id dari American Heart Association, berjalan kaki sama efektifnya dengan berlari, dalam hal pencegahan penyakit jantung dan stroke. olah raga ini membantu mencegah penyakit jantung, dengan menurunkan tekanan darah, kadar kolesterol, dan memperlancar sirkulasi darah.

Menurut penelitian National Institute of Diabetes and Gigesive & Kidney Diseases, dengan membiasakan berjalan kaki  sekitar 6 km per jam, kisaran waktu tempuh 50 menit, berjalan kaki dapat menunda atau mencegah berkembangnya diabetes Tipe 2. Khususnya pada mereka memiliki lemak berlebih.

Sebenarnya, kasus diabetes dapat diatasi tanpa meminum obat, dengan menggerakkan badan secara rutin dan berkala. Selama gula darah bisa terkontrol hanya dengan cara bergerak, selama itu pula obat tidak diperlukan. Itu berarti bahwa berjalan kaki atau berlari kecil sama baiknya dengan obat antidiabetes.

Meski terbilang pengaruh berjalan kaki terhadap pencegahan jantung koroner tidak sekuat pencegahan stroke, beberapa studi menunjukkan hasil baiknya. Sejak dulu, nenek moyang lebih lincah menggunakan kakinya untuk bepergian sehari-hari. Zaman dulu kasus pengidap stroke tidak semarak saat ini. Salah satu studi terhadap 70 ribu perawat Harvard School of Public Health, dalam bekerja mereka tercatat berjalan kaki selama 20 jam dalam seminggu. Membuat risiko mereka terserang stroke menurun duapertiga.

Selain itu, kolesterol baik (HDL) yang bekerja sebagai penyerap kolesterol jahat (LDL) akan meningkat dengan berjalan kaki. Tidak banyak cara selain obat-obatan kimiawi yang dapat meningkatkan kadar HDL, selain dengan bergerak badan.

Berjalan kaki 30 menit per hari juga bisa mengurangi risiko kanker usus di masa depan sekaligus memperbaiki pencernaan.  Saat berjalan kaki, badan yang bergerak ikut melancarkan peristaltik usus, menciptakan jadwal buang air besar lebih teratur. Kanker usus dicetuskan pula oleh tertahannya tinja lebih lama di saluran pencernaan. Studi lain juga menyebutkan peran berjalan kaki terhadap kemungkinan penurunan risiko terkena kanker payudara.

Manfaat lain dari berjalan kaki bisa berdampak positif bagi pancreas, lebih besar daripada jika orang berlari. Menurut studi, sekelompok orang yang berjalan kaki dalam enam bulan, menunjukkan peningkatan daya tahan terhadap glukosa enam kali lebih kuat, dibanding mereka yang berlari.

Melansir kemenkes.go.id. dari American Diabetes Association, dengan rutin berjalan kaki dapat menurunkan kadar gula darah dan menghindari risiko diabetes.

Hasil penelitian lain, dalam American College of Cardiology, mencatatkan kalau 1000 langkah yang dilakukan setiap hari dapat menurunkan tekanan darah sistolik.

Penelitian yang ditulis dalam The New England Journal of Medicine, jalan kaki juga mampu menurunkan risiko penyakit kardiovaskular sebanyak 30 persen. Penelitian ini dilakukan pada orang yang rutin berjalan kaki dan tidak.

4. Meningkatkan Energi dan Memperbaiki Perasaan Buruk

Jika merasa lelah, entah pikiran atau tubuh setelah seharian dipakai, tidak ada salahnya untuk mencoba berjalan kaki sebentar. Sekadar mengelilingi halaman rumah, atau lokasi lain yang menarik.

Melansir Kompas, jalan kaki dinilai mampu meningkatkan energi lebih optimal dibandingkan dengan mengonsumsi minuman yang mengandung kafein.

Ketika berjalan kaki, secara otomatis akan meningkatkan hormon yang membantu dalam pengoptimalan, di antaranya seperti kortisol, epinefrin, dan norepinefrin. Bahkan dengan berjalan kaki, dapat membantu peredaran oksigen meningkat dalam tubuh.

Bukan hanya lingkup kesehatan fisik, berjalan kaki juga memberikan manfaat bagi kesehatan mental.

Melansir halodoc dari The Primary Care Companion to The Journal of Clinical Psychiatry, berjalan kaki mampu menurunkan rasa cemas, depresi, hingga suasana hati yang buruk.

Selain itu, berjalan kaki dapat membantu mencegah pikun, mengurangi risiko alzheimer, dan memperbaiki kesehatan mental. Secara massif mampu mengurangi stres mental dan menjaga kadar endorphin yang tinggi dalam tubuh.

Bahkan, rata-rata jalan kaki yang dilakukan tiap menitnya, dapat memperpanjang hidup 1,5 sampai 2 menit.

Sudahkah sobat Ngepop mulai rutin berjalan kaki? Jika belum, semoga fakta-fakta di atas dapat menaikkan motivasi kalian ya. Sebaiknya dilakukan saat pagi hari, saat udara masih segar dan mendapat vitamin D yang cukup untuk kesehatan. (*)



Orang biasa yang sedang biasa-biasa saja

What's your reaction?

Comments

https://ngepop.id/assets/images/user-avatar-s.jpg

0 comment

Write the first comment for this!