Panitia sebuah acara harus kreatif, salah satunya dengan melaksanakan ice breaking di celah acara.
Ice Breaking, si pemecah kebosanan. (Foto: kantor.co.id)

Kejenuhan dalam sebuah acara dapat menyerang siapapun. Anak muda sampai orang tua bisa saja merasa jenuh atau lelah saat berada dalam sebuah acara. Terlebih jika acara tersebut berlangsung lama, seperti seminar misalnya.

Maka dari itu ice breaking perlu diterapkan. Sebelum lebih jauh, sebenarnya apa itu ice breaking? Dalam kamus bahasa Inggris, secara terminologi diartikan sebagai ‘pemecah es’.

Secara epistemologi, ice breaking diartikan sebagai aktivitas untuk memecah kebuntuan, ketegangan, atau mencairkan suasana.

Hampir semua orang pasti pernah menjalani ice breaking, entah mengerti konsepnya atau tidak. Yang terpenting, ice breaking dimaksudkan sebagai kegiatan yang berguna untuk membuat fokus tetap terjaga dengan cara-cara yang menyenangkan.

Selain itu, ice breaking juga bisa mengaburkan rasa canggung antar orang yang baru kenal atau belum kenal sama sekali. Karena aura suasana menjadi lebih positif, interaksi yang baik dapat lebih terbuka. Sehingga dengan mudah kerja sama terjalin. Biasanya hal ini sering ditemukan saat masa-masa orientasi sekolah.

Ice breaking biasa kita temukan dalam bentuk permainan sederhana. Dan biasanya, para peserta acara diajak untuk berdiri dari tempat masing-masing. Permainan yang kerap dipakai, di antaranya seperti menirukan kata-kata pembawa acara, atau gerakan-gerakan tangan.

Perlu diperhatikan, bahwa ice breaking hanyalah sebuah pemecah kejenuhan. Sangat tidak disarankan untuk diterapkan dengan durasi lama. Selain untuk efektivitas, durasi singkat ice breaking bertujuan menjaga ketepatan waktu acara inti.

Manfaat Ice Breaking

Merangkum dari berbagai sumber, berikut manfaat penerapan ice breaking:

1. Menguatkan Fokus

Akibat bosan dengan serangkaian acara, mungkin jalannya acara terkesan monoton. Para panitia bisa melakukan ice breaking untuk menumbuhkan kembali semangat audiens. Sehingga pikiran bisa menjadi lebih segar dan menghilangkan kantuk.

2. Membuka Interaksi

Tak jarang kita merasa canggung atau sulit bergaul dengan orang asing karena malu, atau sekadar bingung membuka topic. Dengan adanya ice breaking, membuat peluang interaksi terbuka lebar. Tak hanya antar peserta acara, namun juga dengan fasilitator acara. Ice breaking menciptakan suasana yang positif, sehingga jika terdapat sebuah sesi diskusi dapat membuat ide-ide atau gagasan dapat tersalurkan dengan mudah.

3. Memaksimalkan Pemahaman atau Belajar

Pengadaan ice breaking yang bisa mencairkan suasana membuat otak peserta menjadi segar. Tak hanya peserta, pengisi acara atau materi pun tak jenuh dan penyampaiannya kedepan bisa menjadi lebih baik dan menarik. Selama pikiran menjadi segar, materi apa pun yang diterima dapat dipahami dengan baik. (*)



Orang biasa yang sedang biasa-biasa saja

What's your reaction?

Comments

https://ngepop.id/assets/images/user-avatar-s.jpg

0 comment

Write the first comment for this!