Selain Coto Makassar, Sup Konro menjadi buruan utama para pelancong untuk memadamkan rasa lapar di Kota Angin Mamiri.
Semangkuk Sup Konro. (Foto: cookmeindonesian/instagram)

Sup Konro disebut sebagai kembaran dari Soto Rawon. Terlihat dari bahan bumbunya yang terdapat kluwak dan berbahan dasar daging sapi. Meski sekilas tampak sama, untuk rasa terbilang sangat berbeda.

Ketajaman rasa dari sup satu ini tidak bisa dipandang sebelah mata. Berkat beragam bumbu yang telah menjadi resep dari generasi ke generasi, di antaranya seperti eperti ketumbar, kluwek, sedikit pala, kunyit, kencur, kayu manis, asam, daun lemon, cengkih, dan daun salambagi, membuat rasa sup semakin tajam.

Masakan khas daerah Sulawesi Selatan ini banyak dijumpai dalam acara-acara besar, terlebih saat perayaan Idul Adha. Akan banyak ditemukan sajian Sup Konro di mana-mana.

Jika Rawon hanya diisi irisan daging yang berwarna hitam, karena dimasak bersamaan dengan kuahnya. Berbeda dengan Sup Konro yang daging dimasak beserta iganya. Dan warna kuah dari Sup Konro cenderung lebih cerah, kecokelatan.

Melansir dari The Asian Parent, kata ‘Konro’ dalam bahasa Bugis mem iliki arti sapi. Sedikit berbeda saat awal mula makanan ini ada, yang mana kerbau sebagai daging masakannya.

Mendekati hari besar, masyarakat Makassar akan gotong royong menyembelih kerbau. Terutama bagian-bagian tulang besarnya, yang akan dibuat pallu konro.

Sementara itu, kuahnya dibuat dari kacang merah atau campe’ yang direbus hingga lunak, dihaluskan, dan kemudian dicampurkan ke dalam kuah.

Seiring berjalannya waktu, penggunaan daging kerbau sebagai daging utama mulai ditinggalkan. Sebab, populasi kerbau di Makassar yang menurun, membuat harganya melambung tinggi. Sehingga sekitar tahun 1990-an, daging sapi yang dipilih sebagai pengganti daging kerbau.

Masih melansir dari The Asian Parent, Sup Konro dipercaya muncul pertama kali sejak tahun 1960-an. Menu masakan ini dinisiasi oleh Pak Hanafing. Hingga kini kedainya masih menerima para pembeli.

Resep Sup Konro

Bahan-Bahan:

  • 1 kg iga sapi
  • 6 butir bawang merah siung bawang putih
  • 3 buah kluwak
  • 1 sendok teh ketumbar
  • 3 butir kemiri
  • ½ sendok teh jintan
  • ½ sendok teh pala bubuk
  • 2 cm kunyit
  • 5 cm jahe, potong 2
  • 1 sendok teh biji lada
  • 1 batang sereh
  • 3 lembar daun salam
  • 3 lembar daun jeruk
  • ½ sendok teh kayu manis
  • 1 buah kapulaga
  • 4 buah cengkeh
  • 1 sendok makan gula merah
  • 1 sendok teh kaldu bubuk rasa sapi
  • 1,2 liter air
  • Garam secukupnya
  • Bawang goring
  • Daun bawang secukupnya

Cara membuat Sup Konro

Proses memasak sop ini sangat detail. Karena jika memasak tulang iga tidak hati-hati, maka dagingnya akan terasa keras. Untuk cara memasaknya, didihkan air terlebih dahulu, lalu masukkan tulang kondro, masak setengah empuk. Lalu buang airnya. Ini dilakukan agar kotoran atau lemak keluar dan terbuang dan menghilangkan bau amis.

Kemudian rebus air baru, masukkan bumbu bersama rebusan tulang hingga empuk. Bumbu yang digunakan terdiri dari kayu manis, kapulaga, bawang merah, cengkeh, daun salam, lengkuas, kluwek, bawang putih, jahe, batang serai, jinten, kunyit, kemiri, biji pala, merica, dan ketumbar. Beberapa bahan tersebut diuleg hingga halus. Jika ingin citarasa yang khas, maka sebaiknya bumbu tersebut jangan diblender.

Bumbu yang telah dihaluskan tersebut ditumis hingga matang dan harum, lalu masukkan irisan bawang, lengkuas, daun salam. Bumbu yang sudah matang ditumis tersebut masukkan ke dalam panci yang berisikan iga yang sudah empuk, aduk hingga rata, kemudian masukkan sisa bahan seperti asam jawa, gula pasir, kayu manis, cengkeh, garam, kapulaga. Setelah tercampur dan matang, masukkan irisan daun bawang. Aduk kembali, kemudian  dicicipi.

Selagi masih hangat sesegera mungkin dikonsumsi. Karena semburan uap dari kaldu iga yang bercampur kuah rempah-rempah racikan akan menggugah perut siapa pun, tak pandang bulu. (*)



Orang biasa yang sedang biasa-biasa saja

What's your reaction?

Comments

https://ngepop.id/assets/images/user-avatar-s.jpg

0 comment

Write the first comment for this!