Busana bisa menjadi sarana menyuarakan keadilan bagi korban tragedi.
Busana rancangan desainer Mutiar Syarif yang mengusung tema Tragedi Kanjuruhan. (Foto: Dok. Mutiara/Tugu Malang)

Ada beragam cara bisa dilakukan untuk menyuarakan keadilan. Biasanya aksi unjuk rasa atau demonstrasi. Namun cara yang berbeda ditunjukkan oleh seorang fashion designer asal Malang, Jawa Timur. Mutiara Syarif namanya. Ia mengekspresikan suara keadilan bagi para korban Tragedi Kanjuruhan lewat busana yang dirancang khusus.

Aksi keadilan berbalut busana itu ditampilkan Mutiara pada ajang Fashion Upcycling di salah satu mal di Kota Surabaya, November tahun lalu.

Mutiara membawa tema busana yang dirancangnya, "Disaster, dari Malang untuk Malang". Ia terinspirasi dari apa yang dilihatnya pasca 40 hari Tragedi Kanjuruhan Malang.

Mengingat sejenak, Tragedi Kanjuruhan mengisahkan kematian ratusan jiwa akibat gas air mata saat laga sepakbola antara Arema FC melawan Persebaya Surabaya. Tercatat 135 jiwa, termasuk anak-anak dan perempuan meninggal dalam tragedi sepakbola terbesar kedua di dunia.

Mutiara Syarif mengenang tragedi itu dan menuangkannya melalui karya busana. Ia menjadikan berbagai bahan dan barang ke dalam suatu busana. Mulai spanduk tuntutan Aremania, police line hingga foto-foto tragedi Kanjuruhan. Ia menyematkannya ke dalam busana.

"Tepat setelah 40 hari, saya lewat Tugu (kawasan Alun-alun Tugu Kota Malang) melihat banyak keranda dan foto korban. Ternyata banyak juga perempuan yang jadi korban, itu menyentuh hati saya," kata  Mutiara, dikutip dari TIMES Indonesia.

Spanduk tuntutan Aremania jadi bahan busana karya Mutiara Syarif. (Foto: Dok.Mutiara/Tugu Malang)

Masuknya unsur foto Tragedi Kanjuruhan dan garis polisi ke dalam bagian busana rancangannya, dijelaskan maknanya oleh Mutiara. 

"(Polisi) Harusnya melindungi, tapi rakyatnya malah banyak korban. Mangkannya muter-muter di bagian lengan police line-nya. Ada dua bahan, satu pakai stiker yang satunya pakai strip gitar," tuturnya.

Mutiara mengerjakan busana itu tanpa menggunakan mesin jahit. Semua dijahitnya dengan tangan. Dan dikerjakan di tempat konpetisi berlangsung.

Pemilik butik di Malang itu menjadikan karya busana 'Tragedi Kanjuruhan' itu bukan sekadar kreasi. Ia ingin publik mengetahui dan merasakan duka atas peristiwa tersebut.

Ia pun berharap pihak-pihak yang menangani perkara Tragedi Stadion Kanjuruhan Malang bersikap adil. Terutama keadilan bagi para korban. 

Menjadikan busana sebagai media menyuarakan keadilan, bukan hal baru. Fashion bisa menjadi sarana komunikasi untuk menyampaikan pesan atau menyuarakan aspirasi atas sesuatu. Mulai soal keadilan dan kesetaraan, menjukkan dukungan atau pilihan, hingga menyuarakan persatuan. (*)

 



What's your reaction?

Comments

https://ngepop.id/assets/images/user-avatar-s.jpg

0 comment

Write the first comment for this!