Seorang ibu rumah tangga kini menjadi salah satu pegiat UMKM produk konsumsi yang ramah kesehatan.
Produk VCO Milani (Foto: VCO Milani)

Seorang ibu rumah tangga asal Desa Senggreng, Kecamatan Sumberpucung, Kabupaten Malang kini menjadi salah satu penggiat UMKM produk konsumsi yang ramah kesehatan. Anik Prabowoningsih. perempuan kelahiran November 1973 kini memiliki penghasilan sendiri. Ada cerita unik di balik keberhasilannya sebagai penggiat UMKM produk konsumsi tersebut.

Berawal keinginannya untuk menjalani hidup yang lebih sehat, Anik memutuskan untuk menggunakan bahan makanan yang lebih sehat dibandingkan sebelumnya untuk keluarganya. Salah satu cara untuk mencapai tujuan tersebut, ia memutuskan untuk menggunakan minyak goreng berbahan dasar buah kelapa untuk mengolah bahan makanan yang akan disajikan kepada keluarganya.

“Saya ingin hidup sehat, tapi tetap ingin makan makanan yang memiliki rasa enak seperti gorengan,” tutur Anik kepada ngepop.id, beberapa waktu lalu.

Merasa harga minyak goreng kelapa cukup tinggi dibandingkan minyak goreng kelapa sawit, Anik berinisiatif untuk menghasilkan minyak goreng berbahan dasar kelapa sendiri dan untuk digunakan pribadi.

Ia berhasil menghasilkan minyak goreng kelapa untuk kebutuhan memasaknya setiap hari. Dengan penggunaan minyak yang berbeda, Anik bercerita jikalau rumah beliau memiliki aroma sedap dari kelapa setiap harinya.

“Setiap saya menggoreng, baunya sedap tercium sampai tersebar ke seluruh ruangan,” kata dia.

Karena kegiatan Anik sehari-hari membuat minyak goreng kelapa sendiri, rekannya kemudian menyarankan untuk mengembangkan hasil produksinya menjadi minyak kelapa murni, atau yang lebih terkenal dengan nama virgin coconut oil (VCO). Alasannya, memiliki harga jual yang cukup tingg.

“Teman saya menyarankan untuk membuat VCO, lumayan harganya bisa sampai 30 ribu sebotol 100ml,” tutur dia.

Beberapa hari kemudian, Anik memutuskan untuk belajar memproduksi minyak kelapa murni bermodalkan belajar dari internet. “Saya belajar dari mbah google,” kata dia.

Dari beberapa kali dan beberapa hari percobaan, Anik berhasil memproduksi minyak kelapa murni. Tidak hanya beberapa kali sehari, Anik terus memproduksi minyak kelapa murni setiap hari.

Ia kemudian mengemas minyak kelapa murni tersebut di sebuah botol plastik food grade dan meminta kepada anaknya untuk membuatkan desain kemasan yang menarik untuk dijual.

Berkast kerja sama yang baik antara ibu dan anak, kini produksi minyak kelapa murni milik Anik tidak hanya memiliki desain kemasan yang menarik, namun juga memiliki brand “MILANI”. Nama ini dipilih karena sebuah singkatan dari minyak kelapa murni.

Tidak sampai di situ, anak dari Bu Anik juga berinisiatif untuk mengoptimalkan pemasaran melalui media sosial. Dibuatlah akun Instagram @milani.vco. Anik berharap, melalui Instagram, penjualan produknya akan semakin tinggi.

Anik berhasil menjual produknya, tidak hanya melalui pertemanan tapi makin meluas ke khalayak umum. Produk MILANI dibanderol dengan harga Rp30 ribu per botol. (*)

 



Penulis lepasan tentang hobi pribadi, musik, sepakbola, dan trending

What's your reaction?

Comments

https://ngepop.id/assets/images/user-avatar-s.jpg

0 comment

Write the first comment for this!